Showing posts with label PKB Banten. Show all posts
Showing posts with label PKB Banten. Show all posts
Nusantara Bersholawat DPW PKB Banten
Serang - Partai Kebangktian Bangsa (PKB) secara serentak menggelar Nusantara Bersholawat, tak terkecuali DPW PKB Banten.

"Sesuai instruksi Ketua Umum (DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar), PKB menggelar Nusantara Bersholawat di 3000 Majelis Sholawat se Indonesia secara serentak," Ujar Sekjen DPP PKB M. Hasanuddin Wahid.

Hal Senada disampaikan oleh Ahmad Fauzi Ketua DPW PKB Provinsi Banten periode 2017-2022 mengatakan bahwa, kegiatan tersebut dilakukan secara serentak diberbagai daerah
“Kegiatan ini merupakan kegiatan yang dilakukan secara serentak di seluruh pelosok negeri tak terkecuali DPW PKB Provinsi Banten, diikuti oleh berbagai element masyarakat.” Katanya dalam sambutan di DPW PKB Provinsi Banten, Pada Senin (2/3/2020) malam.
“Tujuan melaksanakan kegiatan Nusantara bersholawat ini untuk lebih mendekatkan diri kita kepada Rasulullah SAW, agar kita diberi kelancaran dalam segala aktivitas dan dido’akan juga untuk Partai kebangkitan bangsa dalam mengatasi berbagai situasi dan strategi politik yang tidak menentu,” imbuhnya.
Ahmad Fauzi menuturkan lebih lanjut bahwa PKB melakukan dua pendekatan.
“Partai PKB menggunakan dua pendekatan yaitu pendekatan Nusantara mengaji dan Nusantara bersholawat,” tandasnya
Ahmad Fauzi berharap dengan diadakannya Nusantara bershalawat ini dapat memberikan pencerahan terhadap kangan muda nahdliyin untuk berpartisipasi aktif di PKB.
“Melalui kegiatan ini saya mengajak pemuda pemudi NU untuk turut ambil dalam mengembangkan ide ide dalam menyebarkan Nusantara bersholawat dan ikut serta mengisi ruang kepengurusan partai yang ada di PKB.” pungkasnya.
Untuk diketahui Sholawat secara serentak dipandu oleh KH.Khozinul Asror sebanyak  4.444 sholawat nariyah serta ditutup do’a oleh KH.Zamzami Yusuf diikuti ratusan warga.

PKB Banten - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Banten  tengah menggodok nama-nama kader potensial dari internal partai untuk menghadapi pemilihan kepala daerah (Pilkada) di tiga daerah di Banten. Tiga daerah yang akan melangsungkan Pilkada tahun 2020 antara lain Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang dan Kota Tangerang Selatan.

“Ini saatnya PKB memberanikan diri untuk mengusung kader internal, entah itu di posisi calon kepala daerah maupun calon wakil kepala daerah,” kata Ketua DPW PKB Banten Ahmad Fauzi.

Hasil perolehan PKB pada pemilu 2019 belum lama ini, kata dia, menjadi pertimbangan arah politik PKB dalam Pilkada 2020. Selain itu, pembenahan secara struktural partai terus dilakukan untuk lebih memperkokoh jaringan partai berbasis NU tersebut.

“Kami harus berhitung juga, memang ini momentum bagi kami untuk tampil mengusung kader internal, namun hal itu jangan sampai cuma ambisi. Makanya kami juga lihat survei internal, jika potensinya bagus maka kami akan majukan kader kami,” jelasnya.

Untuk sekadar tahu, di Provinsi Banten, ada tiga daerah yang akan menggelar Pilkada Serentak yakni Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang dan Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Jelang Pilkada serentak 2020, Partai Kebangkitan Bangsa mulai mempersiapkan internal untuk maju dalam pemulihan calon bupati/walikota di 4 wilayah Banten.

Ketua DPW PKB Banten Ahmad fauzi mengatakan, saat ini partai besutan Gusdur yang dinahkodai oleh Cak Imin ( A Muhaimin Iskandar) sedang menyiapkan kadernya untuk siap maju dalam pilkada 2020 mendatang.

“PKB akan fokus mengkaji untuk mengutamakan kader internal PKB atau NU untuk diusung menjadi calon kepala daerah di kabupaten/kota pada pilkada serentak 2020,” ungkap Ahmad Fauzi dalam keterangan persnya, Rabu (19/6/2019).

Namun diakui Fauzi bahwa kursi PKB belum sepenuhnya cukup untuk mengusung calon kepala daerah sendiri. Maka PKB akan melakukan penjajakan koalisi dengan partai lain.

“Dalam waktu dekat akan dilakukan komunikasi awal dengan para ketua parpol. PKB yakin akan dapat kawan koalisi karena selama ini PKB memiliki hubungan yang baik dengan sesama pimpinan parpol,” ujarnya.

Diketahui, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Kota Cilegon, Kabupaten Pandeglang,  dan Kabupaten Serang yang akan menyelenggarakan pilkada 2020.

Senada dengan itu, Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu (LPP) PKB Tangerang Selatan, Kristianto S.N Mengatakan saat ini Partainya sedang memetakan koalisi partai politik yang ideal untuk mengusung calon di Pilkada 2020 mendatang.

“Kami sedang membangun komunikasi dengan para pimpinan partai politik sebagai salah satu upaya untuk memenuhi syarat kuota kursi mencalonkan walikota dan wakilnya,” kata Kris sapaan akrabnya.

Adapun beberapa bakal calon kandidat yang saat ini bermunculan sebagai berikut,
Kota Tangsel:
1. Benyamin Davnie (Wakil Walikota Tangsel)
2. Heri Gagarin (Ketua DPC PDIP Tangsel)
3. Muhammad (Sekda Tangsel)
4. Dudung E. Diredja (Direktur PT. PITS)
5. Andiara Aprilia Hikmat (Anggota DPD asal Banten)
6. Siti Nur Azizah (putri KH. Ma’arif Amin)
7. Suhendar (Lembaga Swadaya Masyarakat)
8. Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka (Ketua DPP PSI)
9. Siti Khodijah (Politisi PKS)

Kota Cilegon
1. Edi Ariadi (Walikota Cilegon)
2. Ali Mujahidin (Ketum PB Al-Khairiyah)
3. Reno Yanuar (Ketua DPC PDIP Cilegon)
4. Syihabudin Sidik (Politisi Gerindra)

Kabupaten Serang
1. Ratu Tatu Chasanah (petahana)
2. Masrori (Ketua DPW PAN Banten)
3. Najib Hamas (politisi PKS)
4. Gembong R Sumedi (wakil ketua DPRD Serang)
5. Sofwan (anggota DPRD Banten asal Gerindra)
6. Eko Susilo (Sekretaris DPD Demokrat Banten)

Kabupaten Pandeglang
1. Irna Narulita (petahana)
2. Krisyanto (musisi)
3. Toni Fatoni (politisi PKB)
4. Syadeli Karim (Ketum PB Mathla’ul Anwar)
5. Yoyon Sujana (Ketua Demokrat Pandeglang)
6. Lucky Hardian (Wakil Bendaha PAN Banten)
(Abi)
LSI Denny JA: PKB Partai Paling Patuh Imbauan Ulama
LSI Denny JA: PKB Partai Paling Patuh Imbauan Ulama


Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA meliris hasil survei tentang Ulama dan Efek Elektoralnya, Rabu 14 November 2018.

Dari delapan segmen survei yang dilakukan, satu diantaranya adalah segmen tentang pilihan partai politik.

Hasilnya pemilih Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menjadi pemilih yang paling patuh terhadap imbauan ulama dibanding partai lain, yaitu sebesar 82,7 persen.

Disusul di posisi kedua pemilih Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dengan 79,4 persen, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 74,8 persen, dan Partai Bulan Bintang dengan 66,7 persen.

Selain itu, terdapat 51,7 persen pemilih menyatakan bahwa mereka mendengar imbauan dari tokoh agama seperti ulama, pastor dan biksu terkait pilihan di Pilpres 2019.

Dari 51,7 persen itu, 58,7 persen diantaranya memilih pasangan Joko Widodo-KH. Ma`ruf Amin, sementara 29,3 persen memilih Prabowo Subianto- Sandiaga Uno.

Sementara itu, ada 5 ulama yang dikenal dan dipatuhi imbauannya, yaitu Ustadz Abdul Somad, Ustadz Arifin Ilham, Ustadz Yusuf Mansur, Abdullah Gymnastiar (AA Gym), dan Habib Rizieq Shihab.

Sedangkan ulama yang dihormati, dipatuhi imbauannya, tapi kurang dikenal ada 16, lima diantaranya adalah Din Syamsudin, KH. Salahudin Wahid, Bachtiar Nasir, KH. Said Aqil Siroj dan KH. A. Mustofa Bisri.

Survei ini dilakukan pada 10-19 Oktober 2018 dengan metode Multistage Random dengan jumlah sampling sebanyak 1200 orang. Margin of error survei tersebut adalah 2,8 persen.
Cak Imin: PKB Partai Ajaib!
Cak Imin: PKB Partai Ajaib!




Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar memberi penilaian menarik terhadap dinamika politik PKB sejak didirikan pada 1998 silam.

Menurut Cak Imin (sapaan akrab Muhaimin), PKB adalah partai ajaib yang semakin hari semakin jelas sikap politiknya, perolehan kursinya, prestasinya hingga kepeduliannya terhadap rakyat Indonesia, terutama pesantren dan kaum santri.

“PKB partai ajaib!,” demikian kata Cak Imin saat memberi sambutan pada konsolidasi dan pembekalan caleg DPR RI, DPRD Tingkat I dan DPRD Tingkat II se Kalimantan Tengah, Sabtu 10 November 2018.

Sontak saja pernyataan Cak Imin ini disambut riuh tepuk tangan seluruh kader PKB dan caleg PKB yang hadir. “Hidup PKB, hidup Cak Imin,” kata mereka.

Wakil Ketua MPR RI ini mengungkapkan hal tersebut bukan tanpa sebab. Sejak dideklarasikan tanggal 23 Juli 1998 oleh Gus Dur, KH. Munasir Ali, KH. Ilyas Ruchiyat, KH. A. Mustofa Bisri, dan KH. A Muchith Muzadi, PKB berhasil mengikuti pemilu sekaligus berhasil menjadi juara ke 3 pada tahun 1999.

Sementara di bawah kepemimpinan Cak Imin, capaian prestisius sebanyak 11.292.151 suara (9,04%) atau setara 47 kursi di DPR RI pada Pemilu 2014 juga menjadi salah satu alasan keajaiban PKB.

Padahal, lima tahun sebelumnya atau Pemilu periode 2004-2009, PKB hanya memperoleh 5.146.302 suara (4,95 persen) dan mendapat 28 kursi DPR RI.

“Meski beberapa kali pemilu PKB mengalami dinamika, kita tidak punya TV dan modal terbatas Alhamdulillah sekarang PKB menduduki posisi ke 3 dalam survei,” tukas Cak Imin.


Survei di 10 Provinsi Besar, 6 Partai Ini Diprediksi Tak Lolos Parlemen
Survei LSI Denny JA: PDIP Juara di 10 Provinsi, Gerindra Nomor 2

Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA kembali memprediksi 6 partai tidak lolos ambang batas parlemen sebesar 4 persen. Perkiraan ini berdasarkan survei elektabilitas 16 partai politik di 10 provinsi terbesar di Indonesia. Sepuluh provinsi tersebut adalah Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, DKI Jakarta, Banten, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Riau, Lampung, dan Sulawesi Selatan. 

Survei digelar pada 4-14 Oktober 2018. Survei setiap provinsi menggunakan 600 responden. Margin of error setiap provinsi sebesar 4,1 %. Total responden yang diambil dari 10 provinsi tersebut adalah 6.000 responden. Survei juga dilengkapi penelitian kualitatif, dengan metode analisis media, diskusi kelompok terarah, dan wawancara mendalam.

"Survei dibiayai sendiri oleh LSI Denny JA," demikian kata peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby.
 
Berdasarkan survei itu, 6 partai politik konsisten berada di daftar partai papan bawah dengan suara di bawah 1 persen di tiap provinsi. Enam partai itu adalah Partai Hanura, Partai Garuda, Partai Berkarya, Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Partai Solidaritas Indonesia (PSI), dan Partai Garuda. "Kalau kita lihat data, memang ada beberapa partai yang konsisten di bawah 1 persen di semua provinsi," ujar Peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby, di Graha Dua Rajawali, Jalan Pemuda, Jumat (2/11/2018).

"Kalau kita lihat data, memang ada beberapa partai yang konsisten di bawah 1 persen di semua provinsi," ujar Peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby, di Graha Dua Rajawali, Jalan Pemuda, Jumat (2/11/2018).

Adjie mengatakan, partai-partai ini sama dengan hasil survei nasional yang dirilis LSI Denny JA pada 12 September 2018. Dalam survei saat itu, Partai Hanura dipilih 0,6 persen responden, PBB dipilih 0,2 persen responden, PSI mendapat 0,2 persen suara, Partai Berkarya mendapat 0,1 persen suara, PKPI meraih 0,1 persen suara, dan Partai Garuda juga 0,1 persen suara. Dia pun berkesimpulan perolehan dukungan di tingkat provinsi tidak jauh berbeda dari survei nasional September lalu. "Potret nasional ini sebetulnya sedikit tercermin dari potret dukungan di masing-masing provinsi," ujar Adjie. 

"Kalau di setiap provinsi saja di bawah 1 persen, apalagi ditarik ke nasionalnya. Sulit menopang suara secara nasional untuk mencapai minimal 4 persen nasional," kata Adjie.

Berikut ini hasilnya (dalam lima besar per provinsi):

I. Jawa Barat
Gerindra: 20,2%
PDIP: 17,8%
Golkar: 11,3%
PKS: 6,0%
PPP: 4,7%

PKB: 3,7%
Demokrat: 2,7%
Perindo: 2,3%
PAN: 1,5%

Garuda: 0,7%
NasDem: 0,7%
Berkarya: 0,3%
PBB: 0,2%
PKPI: 0,2%
PSI: 0,2%
Hanura: 0,0%

II. Jawa Timur
PKB: 21,7%
PDIP: 21,0%
Golkar: 5,2%
Gerindra: 4,6%
Demokrat: 3,6%

Perindo: 1,7%
PPP: 1,7%
PAN: 1,4%

NasDem: 0,8%
PKS: 0,7%
PBB: 0,3%
PSI: 0,3%
Hanura: 0,2%
Berkarya: 0%
Garuda: 0%
PKPI: 0%

III. Jawa Tengah
PDIP: 46,0%
Gerindra: 6,2%
PKB: 4,8%
Golkar: 4,2%
PPP: 3,5%

PKS: 1,3%
PAN: 1,2%

Demokrat: 0,7%
NasDem: 0,3%
Perindo: 0,3%
PSI: 0,2%
Berkarya: 0,0%
Garuda: 0%
Hanura: 0%
PBB: 0%
PKPI: 0%

IV. Sumatera Utara
PDIP: 28,0%
Gerindra: 16,5%
Golkar: 6,7%
Demokrat: 4,8%
PKS: 3,5%

PAN: 3,3%
NasDem: 2,2%
PPP: 1,8%
PKB: 1,2%

Hanura: 0,3%
PBB: 0,3%
Perindo: 0,3%
Berkarya: 0%
Garuda: 0%
PKPI: 0%
PSI: 0%

V. Banten
Gerindra: 26,3%
PDIP: 19,3%
Golkar: 7,0%
Demokrat: 4,8%
PPP: 3,5%

PKS: 2,3%
PKB: 2,3%
PAN: 1,8%
NasDem: 1,5%
Perindo: 1,2%

PSI: 0,7%
Hanura: 0,5%
Berkarya: 0,2%
Garuda: 0,2%
PKPI: 0,2%
PBB: 0%

VI. DKI Jakarta
PDIP: 23,1%
Gerindra: 17,1%
PKS: 6,2%
Golkar: 4,3%
Demokrat: 3,0%
PPP: 3,0%

PKB: 1,7%
PAN: 1,7%
NasDem: 1,3%
Perindo: 1,0%

Hanura: 0,8%
PSI: 0,5%
Berkarya: 0,3%
PBB: 0,3%
Garuda: 0%
PKPI: 0%

VII. Sulawesi Selatan
Golkar: 23,5%
Gerindra: 16,3%
PDIP: 7,3%
NasDem: 6,5%
Demokrat: 4,5%

Perindo: 4,2%
PKS: 2,7%
PKB: 2,5%
PPP: 2,3%
PAN: 2,0%

Hanura: 0,8%
Berkarya: 0,3%
PSI: 0,3%
Garuda: 0,2%
PBB: 0,2%
PKPI: 0,2%

VIII. Lampung
PDIP: 34,0%
Gerindra: 11,7%
Golkar: 8,8%
PKB: 7,2%
Demokrat: 4,3%

NasDem: 3,2%
PKS: 2,7%
PPP: 1,7%
PAN: 1,3%
Perindo: 1,2%

Hanura: 0,3%
Berkarya: 0,2%
PBB: 0,2%
PSI: 0,2%
Garuda: 0%
PKPI: 0%

IX. Sumatera Selatan
PDIP: 26,5%
Gerindra: 25,9%
Golkar: 8,2%
Demokrat: 5,2%
PAN: 2,7%

PPP: 2,5%
NasDem: 2,0%
PKB: 1,3%
Perindo: 1,3%
PKS: 1,2%

Hanura: 0,5%
PBB: 0,3%
Garuda: 0,2%
Berkarya: 0,2%
PKPI: 0%
PSI: 0%

X. Riau
Gerindra: 22,2%
PDIP: 9,3%
Golkar: 7,2%
Demokrat: 6,5%
PKS: 4,2%

PAN: 3,2%
NasDem: 2,3%
Perindo: 1,7%
PPP: 1,3%
PKB: 1,0%

Hanura: 0,5%
PBB: 0,5%
PSI: 0,2%
PKPI: 0,2%
Berkarya: 0%
Garuda: 0%


Ribuan Masyarakat di Banten Hadiri Deklarasi Dukungan Jokowi-Ma`ruf Amin
Ribuan Masyarakat di Banten Hadiri Deklarasi Dukungan Jokowi-Ma`ruf Amin




Keluarga Besar H. Tubagus Chasan Sochib menggelar deklarasi dukungan kepada pasangan capres cawapres Joko Widodo-KH. Ma`ruf Amin. Acara deklarasi digelar di Gelanggang Olah Raga (GOR) Maulana Yusuf, Kota Serang, Banten, Sabtu, 3 November 2018.


Ribuan masyarakat turut menghadiri acara tersebut bersama para ulama, Pendekar Banten, serta Relawan Banten Bersatu (RBB). Sementara, Keluarga besar H.Tubagus Chosan Sochib diwakili oleh Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diani dan wakil Gubernur Banten Andhika Hazrumy yang juga Ketua Persatuan Pendekar Banten.

Dalam sambutannya, Ratu Tatu mengatakan masyarakat Banten berterima kasih pada Jokowi karena telah memilih calon wakil Presiden dari Putra Banten yakni KH. Ma`ruf Amin. Karena, lanjutnya, selama ini bisa dihitung berapa orang dari masyarakat Banten yang duduk di Kementerian.

"Ini merupakan kebahagiaan bagi masyarakat Banten. Selama ini masyarakat Banten bisa dihitung yang duduk di Kementerian. Tapi Pak Jokowi malah memberi tempat kepada salah satu putra terbaik Banten mendampingi Bapak," kata Ratu Tatu.

Dihadapan peserta deklarasi, Ratu Tatu menegaskan bahwa deklarasi ini bukanlah akhir pertemuan, melainkan awal dari perjuangan. Dirinya juga mengungkapkan bahwa ini merupakan harapan masyarakat Banten jika nanti pasangan Jokowi`Ma`ruf Amin dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden periode mendatang.

"Sekarang tergantung masyarakat Banten, apakah akan memanfaatkan kesempatan ini," tuturnya.
Selain itu, Ratu Tatu mengakui bahwa peserta deklarasi yang hadir umumnya adalah jejaring keluarga besar untuk memenangkan berbagai ajang politik, mulai dari Pilkada hingga Pemilu Legislatif di Provinsi Banten. Dirinya berharap jaringan ini juga bersedia bekerja keras untuk memenangkan pasangan Jokowi-Ma`ruf Amin di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

"Jangan bermimpi jadi pemenang ketika duduk terus, ketika tak bergerak. Kami dari keluarga besar berharap kepada kita semua agar memberikan hal yang sama dalam memenangkan Pak Jokowi-KH. Ma`ruf Amin," pungkasnya.


Survei Populi Center: PDIP 25,1%, Gerindra 11,8%, PKB 10,3%
Survei Populi Center: PDIP 25,1%, Gerindra 11,8%, PKB 10,3%

Lembaga Survei Populi Center merilis hasil survei yang dilakukan 23 September-1 Oktober 2018. Ada fakta cukup mengejutkan dari hasil survei terbaru ini, yaitu elektabilitas Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) melonjak tajam setelah penetapan pasangan calon presiden dan wakil presiden.

Partai yang dinahkodai Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin itu menyalip Golkar di urutan ketiga dengan elektabilitas sebesar 10,3 persen dalam survei dan hanya terpaut 1,5 persen dari Gerindra di posisi kedua. Posisi ini meningkat drastis dari bulan Agustus 2018 dimana elektabilitas PKB di angka 6,6 persen.

                       Survei Kompas: PKB Masuk 3 Besar

Direktur Eksekutif Populi Center Usep S Ahyar menjelaskan, PKB diuntungkan efek ekor jas (coattail effect) karena mengusung pasangan Joko Widodo dan Ma`ruf Amin. Menurut Usep, publik banyak yang mengasosiasikan PKB dengan cawapres Ma`ruf Amin.
“Pak Ma`ruf banyak diasosiasikan ke PKB, mengingat anak Ma`ruf Amin, Siti Ma`rifah juga PKB. Ma`ruf Amin juga mantan Rois Syuriah NU yang dekat dengan PKB," ujarnya di Jakarta, Rabu 24 Oktober 2018.
Selain itu, lanjut Usep, PKB dinilai solid dan stabil dibanding sejumlah partai lain. Ditambah lagi ideologi Islam moderat yang diusung PKB mampu mendongkrak simpati publik.
"Momentum politik identitas yang mendikotomi Islam vs non Islam cenderung menguat, nah PKB dengan Islam moderatnya mendapatkan keuntungan," lanjut Usep.
Berikut elektabilitas parpol hasil survei Populi Center:
1. PDI Perjuangan 25,1 persen
2. Gerindra 11,8 persen
3. PKB 10,3 persen
4. Golkar 10,2 persen
5. NasDem 4,2 persen
6. Demokrat 3 persen
7. PKS 3 persen
8. PPP 2,7 persen
9. PAN 1,6 persen
10. Hanura 1 persen
11. Perindo 0,8 persen,
12. Partai Garuda 0,5 persen
13. PSI 0,3 persen
14. PBB 0,2 persen
15. Berkarya 0,1 persen
16. PKPI 0 persen.
Kado Istimewa di Hari Santri : RUU Pesantren Disetujui DPR,
Cak Imin: RUU Pesantren Disetujui DPR, Kado Istimewa di Hari Santri

PKBNews - Jakarta - Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pesantren dan Pendidikan Keagamaan yang diinisiasi oleh Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) telah disetujui menjadi salah satu RUU usulan inisiatif DPR pada Rapat Paripurna DPR RI di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 16 Oktober 2018.

Keputusan yang diambil pada Masa Persidangan I Tahun Sidang 2018-2019 ini, bagi Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) memiliki makna tersendiri. Persetujuan dari 10 Fraksi di DPR secara tertulis kepada pimpinan DPR RI ini, bagi Cak Imin adalah kado Istimewa untuk Hari Santri Nasional 2018 yang jatuh pada tanggal 22 Oktober.
"Hari ini, kita semua mendapatkan kado istimewa. Pada Hari Santri Nasional, Alhamdulillah Rapat Paripurna DPR RI telah menyetujui Rancangan UU Pendidikan Madrasah dan Pesantren," Ungkap Cak Imin lewat video yang diungguh pada akun Instagramnya, @CakIminow, Selasa, 16 Oktober 2018.
Tidak hanya itu, Cak Imin merasa bersyukur perjuangannya melalui Fraksi PKB untuk mengawal pendidikan Pesantren dan mensetarakan dengan pendidikan lainnya menuai hasil.
"Kita bersyukur karena Pesantren dan Madrasah memiliki posisi yang setara dengan seluruh lembaga pendidikan lainnya," imbuhnya.
Diketahui, sejak 2013 Fraksi PKB telah berjuangan dengan membentuk tim khusus agar RUU ini masuk prioritas pada program legislasi Nasional (Prolegnas). RUU ini akan menjadi tonggak keadilan Pendidikan, khususnya pesantren yang selama ini kurang mendapat perhatian dari pemerintah.
"Kita juga bersyukur bahwa Pesantren telah diakui menjadi tempat mendidik anak-anak bangsa memiliki moral, mental dan karakter yang dibutuhkan untuk kemajuan bangasa," kata Cak Imin.
Setelah ditetapkan menjadi RUU Inisiatif DPR, selanjutnya akan dibentuk panja/pansus dan bersama pemerintah akan membahas Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU. Perlu diketahui juga bahwa RUU Pesantren mengamanatkan negara agar lebih menguatkan pendidikan pesantren, baik dari segi pendanaan, pengakuan maupun sinkronisasi kurikulum dengan lembaga pendidikan yang dikelola negara melalui kementerian agama maupun kemendikbud. 
KH. Ma'ruf Amin dalam acara pelantikan PWNU Provinsi Banten 
PKBNews - SERANG - KH. Ma’ruf Amin menghadiri pelantikan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Banten 2018-2023 di Alun-alun Barat Kota Serang, Sabtu 13 Oktober 2018.

Kiai Ma’ruf dalam amanatnya meminta PWNU Banten turut aktif menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta mengajarkan Islam Ahlussunnah wal Jamaah.

“Tugas NU adalah menjaga negara (himayah al-daulah) dan menjaga agama (himayah al-dien), Islam ahlu sunnah wal jama’ah,” kata Kiai Ma’ruf di lokasi pelantikan yang dirangkap dengan Istighotsah Kubro.

Sementara itu, Ketua Harian PBNU KH. Robikin Emhas yang hadir mewakili Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siroj mengatakan, Kiai Ma’ruf telah mengajarkan arti penting politik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kiai Robikin meminta seluruh kader NU, tak terkecuali di Banten, untuk tidak terjebak pada penilaian negatif terkait pencalonan Kiai Ma’ruf sebagai Cawapres mendampingi Joko Widodo.

“Dalam konteks sebagai Cawapres, KMA tidak mengejar jabatan politik. Bukan mengejar kedudukan duniawi. Tapi dalam rangka menjalankan tugas NU untuk mengemban amanah keagamaan dan kenegaraan,” ujar Kiai Robikin.

Acara tersebut juga dihadiri Musytasyar PBNU Abuya Muhtadi Dimyati, Gubernur Banten Wahidin Halim, Ketua PBNU KH Abdul Manan Ghani, Kapolda Banten Brigjen Kapolda Banten Teddy Minahasa Putra serta Wagub Banten Andika Hadrumi.

KH. Abuya Muhtadi Dimyati pada saat menunggangi kuda dalam acara Kirab Satu Negeri
PKBNews - Serang- Kiai kharismatik asal Banten, Abuya Muhtadi bin Dimyati menyambut Kirab Satu Negeri Gerakan Pemuda Ansor dengan menaiki kuda, Sabtu (13/10) siang. Rombongan Kirab Satu Negeri tiba di Serang setelah sebelumnya tiba di Merak Jumat (12/10) kemarin.

Rombongan kirab kemudian menggelar long march yang diawali dari Masjid Agung Ats -Tsaurah Kota Serang menuju Alun-alun Barat Kota Serang, lokasi Acara Pelantikan PWNU Banten.

Ribuan kader dan Banom NU Banten menyambut rombongan Kirab Satu Negeri tersebut dengan sangat antusias. Bahkan, Gubernur dan Wakil Gubernur Banten, Wahidin Halim dan Andika Hazrumy serta Kapolda Banten, Brigjen Pol Teddy Minahasa ikut menyambut rombongan kirab tersebut.

"Hari ini rombongan Kirab Satu Negeri tiba di Kota Serang. Kita ingin menunjukkan bahwa Indonesia beragam tapi ini tetap satu: satu bangsa, satu tanah air dan satu bahasa. Jadi, kita itu sama: sama cinta Indonesia," kata Ketua PW Ansor Provinsi Banten, Ahmad Nuri.

Gubernur Banten Wahidin Halim yang menyambut rombongan tersebut mengaku bahagia. Sebab, menurutnya, NU dan Banom-nya tidak diragukan lagi terkait persoalan keumatan.

"Kalau soal keumatan, NU tidak diragukan lagi. Setiap hari, setiap minggu banyak pengajian di Banten. Saya ingin Banten maju ke depan, bersatu semua warga bangsa. Saya senang sekali bisa menjadi bagian Kirab Satu Negeri yang mengaungkan cinta tanah air dan persatuan," ujar Wahidin.

Sementara itu, selama di Banten rombongan Kirab Satu Negeri akan berada di Banten hingga tanggal 17 Oktober mendatang. Setelah di Serang, tanggal 14 Oktober, rombongan Kirab akan menuju Kabupaten Pandeglang untuk bersilaturahmi dengan ulama besar Banten sekaligus Mustasyar PBNU KH Abuya Muhtadi, kemudian berziarah ke makam Abuya Dimyati. Setelah di Pandeglang, rombongan menuju Kabupaten Lebak untuk bersilaturahmi dengan masyarakat Baduy.

Di tanggal 15 Oktober, rombongan baru bergerak ke Tangerang. Sedangkan pada 16 Oktober akan ada diskusi dan doa lintas agama di Pemkot Tangerang. Sedangkan sore harinya di Tangerang Selatan digelar pawai. Dan, pada tanggal 17 Oktober, rombongan akan menuju ke Jawa Barat.


PKBNews - Semakin luasnya penggunaan teknologi membuat Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menekankan civitas akademika Nusa Nipa untuk terus bergerak, berkreasi, beraktifitas dan melakukan upaya terus menerus untuk menemukan keunggulan yang dimiliki yang dipadu dengan pengetahuan teknologi informasi.
Kendati demikian, landasan berbagai macam kemajuan serta semangat mahasiswa harus disikapi dengan baik. Dalam posisi itu Cak Imin meminta nasionalisme, semangat kebangsaan, semangat persaudaraan dan kemanusiaan, semangat Bhineka Tunggal Ika, serta semangat Merah Putih mereka harus terus diamankan dan dikokohkan.