Showing posts with label survei pkb. Show all posts
Showing posts with label survei pkb. Show all posts
Charta Politika merilis hasil survei terbaru tentang elektabilitas partai politik hingga pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden yang bakal berlaga pada Pemilu April mendatang. 
 
Dari 16 partai politik yang disurvei, 8 diantaranya memenuhi ambang batas parlemen (parlementary threeshold) 4 persen. Sedangkan 8 partai lainnya berada di bawah ambang batas yang diatur dalam UU Pemilu.

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendapat sorotan di hasil survei ini lantaran kecipratan efek ekor jas dari figur kontestan Pemilu Presiden 2019. Elektabilitas PKB naik karena faktor Calon Wakil Presiden nomor urut 01, KH. Ma’ruf Amin.

Direktur Riset Charta Politika Muslimin mengatakan elektabilitas partai yang dinahkodai Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin ini meningkat dari 7,2 persen pada Oktober menjadi 8,1 persen pada Desember 2019.

Menurutnya, lonjakan signifikan tersebut sebagai berkah mengusung KH. Ma’ruf Amin. “Hipotesanya, Ma’ruf Amin diasosiasikan dengan PKB,” katanya dalam risil survei terbaru Charta Politika di Jakarta, Rabu 16 Januari 2019.

Dalam survei yang melibatkan 2000 responden dan digelar 22 Desember 2018 - 2 Januari 2019 ini, elektabilitas PKB tercatat sebesar 8,1 persen, nomor empat setelah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 25,2 persen, Partai Gerindra 15,2 persen, dan Partai Golkar 9 persen.

PKB merupakan parpol yang identik dengan massa Nahdlatul Ulama (NU), organisasi yang pernah dipimpin oleh Ma’ruf. Bersama dengan sejumlah parpol lain, PKB tergabung dalam Koalisi Indonesia Kerja pengusung pasangan Joko Widodo-KH. Ma’ruf Amin.



Survei Populi Center: PDIP 25,1%, Gerindra 11,8%, PKB 10,3%
Survei Populi Center: PDIP 25,1%, Gerindra 11,8%, PKB 10,3%

Lembaga Survei Populi Center merilis hasil survei yang dilakukan 23 September-1 Oktober 2018. Ada fakta cukup mengejutkan dari hasil survei terbaru ini, yaitu elektabilitas Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) melonjak tajam setelah penetapan pasangan calon presiden dan wakil presiden.

Partai yang dinahkodai Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin itu menyalip Golkar di urutan ketiga dengan elektabilitas sebesar 10,3 persen dalam survei dan hanya terpaut 1,5 persen dari Gerindra di posisi kedua. Posisi ini meningkat drastis dari bulan Agustus 2018 dimana elektabilitas PKB di angka 6,6 persen.

                       Survei Kompas: PKB Masuk 3 Besar

Direktur Eksekutif Populi Center Usep S Ahyar menjelaskan, PKB diuntungkan efek ekor jas (coattail effect) karena mengusung pasangan Joko Widodo dan Ma`ruf Amin. Menurut Usep, publik banyak yang mengasosiasikan PKB dengan cawapres Ma`ruf Amin.
“Pak Ma`ruf banyak diasosiasikan ke PKB, mengingat anak Ma`ruf Amin, Siti Ma`rifah juga PKB. Ma`ruf Amin juga mantan Rois Syuriah NU yang dekat dengan PKB," ujarnya di Jakarta, Rabu 24 Oktober 2018.
Selain itu, lanjut Usep, PKB dinilai solid dan stabil dibanding sejumlah partai lain. Ditambah lagi ideologi Islam moderat yang diusung PKB mampu mendongkrak simpati publik.
"Momentum politik identitas yang mendikotomi Islam vs non Islam cenderung menguat, nah PKB dengan Islam moderatnya mendapatkan keuntungan," lanjut Usep.
Berikut elektabilitas parpol hasil survei Populi Center:
1. PDI Perjuangan 25,1 persen
2. Gerindra 11,8 persen
3. PKB 10,3 persen
4. Golkar 10,2 persen
5. NasDem 4,2 persen
6. Demokrat 3 persen
7. PKS 3 persen
8. PPP 2,7 persen
9. PAN 1,6 persen
10. Hanura 1 persen
11. Perindo 0,8 persen,
12. Partai Garuda 0,5 persen
13. PSI 0,3 persen
14. PBB 0,2 persen
15. Berkarya 0,1 persen
16. PKPI 0 persen.