Showing posts with label DPP PKB. Show all posts
Showing posts with label DPP PKB. Show all posts

Memperingati hari lahir (Harlah) ke-21, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) akan menggelar tasyakuran hari lahir (Harlah) ke-21 pada Selasa, 23 Juli 2019. Partai yang dipimpin oleh Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin itu juga menggelar sejumlah kegiatan sebagai rangkaian peringatan harlah tersebut.
Sebelumnya, PKB menggelar doa bersama dan sholawat di kantor DPP PKB, Jl Raden Saleh nomor 9, Cikini, Jakarta Pusat. Kegiatan ini bertujuan agar acara harlah berjalan dengan lancar.
Acara puncak tasyakuran harlah ke-21 akan digelar pada hari Selasa, 23 Juli 2019 malam. Ketua Umum DPP PKB, Cak Imin akan mengawali acara ini dengan menyampaikan pidato politik harlah ke-21.
Kegiatan tersebut dimeriahkan oleh penyanyi kondang berbahasa Jawa, Didi Kempot. Penyanyi yang lebih dikenal sebagai `The Godfather of Broken Heart` itu akan menghibur para penonton yang hadir dengan lagu-lagu `patah hati` yang akan dibawakannya.
Acara tasyakuran harlah akan diselenggarakan di halaman kantor DPP PKB. Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan DPP PKB, anggota DPR RI Fraksi PKB, kader dan simpatisan PKB serta terbuka untuk masyarakat umum.

PKBNews - Partai Kebangkitan Bangsa menggelar Uji Kelayakan dan Kepatutan bagi 435 calon pimpinan (ketua dan wakil ketua) DPRD dari PKB se Indonesia untuk memastikan kapasitas dan kapabilitas calon pimpinan DPRD Kabupaten/Kota dan DPRD Provinsi.
Sekjen DPP PKB, M. Hanif Dhakiri berujar, Uji Kelayakan dan Kepatutan tersebut digelar untuk memastikan seluruh calon pimpinan DPRD dapat menjalankan fungsi legislasi sesuai dengan kepentingan rakyat.
“Uji Kelayakan dan Kepatutan untuk memastikan pimpinan DPRD dari PKB, adalah sosok yang kredibel, berintegritas, memahami fungsi legislasi dan memerjuangkan kepentingan rakyat,” kata Hanif dalm siaran persnya, Rabu 17 Juli 2019.
Uji Kelayakan dan Kepatutan, lanjutnya, adalah seleksi menentukan pimpinan legislatif secara transparan dan demokratis. “Ditentukan berdasarkan kualitas, yang dilakukan transparan dan demokratis. Bukan hanya karena kemauan pimpinan partai di daerahnya”.
Materi Uji Kelayakan dan Kepatutan meliputi kemampuan memahami fungsi legislasi, leadership, integritas, komitmen pada NKRI, komitmen pada ideologi dan perjuangan partai, serta rekam jejak kandidat.
Peserta juga mempresentasikan upaya dan strategi melahirkan regulasi yang berpihak pada kepentingan rakyat, sesuai dengan dinamika dan potensi masing-masing daerahnya.
Acara ini diikuti oleh 435 peserta yang berasal dari 145 daerah (kabupaten/kota/provinsi), di mana PKB memiliki calon pimpinan legislatif. Masing-masing daerah mengirimkan tiga kandidat.
Tim penguji tidak hanya dari unsur DPP PKB dan politisi senior PKB, tapi juga melibatkan tokoh masyarakat dan pakar.
“Dari hasil Uji Kelayakan dan Kepatutan ini, insya Allah pimpinan DPRD dari PKB mampu menjalankan fungsinya denganbaik, sejalan dengan kepentingan masyarakat,” kata Hanif.

sumber : radarbangsa.com

PKBNews - KETUA Umum (Ketum) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mendorong partai politik (parpol) rival pasangan Joko Widodo (Jokowi) - KH Ma`ruf Amin untuk tetap menjadi oposisi atau penyeimbang di parlemen.

"Koalisi pendukung Pak Jokowi itu sudah gemuk, 61 persen. Kalau ikutan gabung, nanti di parlemen enggak ada penyeimbang," katanya, kemarin.

Cak Imin mengingatkan koalisi yang telah dibangun oleh Jokowi-Ma’ruf di Pemilihan Presiden (Pilpres 2019) ini sangat gemuk. Itulah kenapa, IA menyatakan, tak masalah seandainya parpol koalisi pendukung Prabowo-Sandi tetap ikut bergabung di kabinet periode kedua Jokowi. Tapi yang perlu diingat, dia tak mau jatah menteri untuk kader PKB dikurangi.

"Kita lihat kebutuhan rekonsiliasi itu. Butuh atau enggak. Kalau memang itu jadi urgensi untuk kebersamaan, yah silakan, yang penting jangan kurangi jatah PKB," ujarnya.

Cak Imin menegaskan ia tidak tertarik mengisi pos menteri perdagangan. Dia bilang, lebih berminat menjadi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI yang saat ini ditempati oleh Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.

"Saya sukanya jadi ketua MPR. Setelah penetapan KPU, kita baru mulai intensifkan pembicaraan koaliasi," katanya.
Cak Imin Undang 100 Yatim dan 75 Kiai Doakan Gus Dur-Muassis PKB
Cak Imin Undang 100 Yatim dan 75 Kiai Doakan Gus Dur-Muassis PKB
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar menghadiri majelis wetonan bersama 100 Yatim Piatu, 100 fuqoro’ dan tak kurang dari 75 Kiai kampung dan ustadz Mushalla dari wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya di kantor DPP PKB, Minggu 11 November 2018.
“Alhamdulillah kita bisa bertemu hari ini dalam keadaan sehat wal afiat. Moga-moga keberkahan, kesehatan, keselamatan, kemudahan, kesuksesan menyertai kita semua,” katanya mengawali sambutan.

Pria yang sehari-hari akrab disapa Cak Imin ini juga memohon seluruh tamu undangan untuk mendoakan muassis atau para pendiri PKB, khususnya kepada KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
“Selain kita berdoa, hari ini kita juga membaca tahlil singkat yang akan kita hadiahkan kepada almukarrom bapak KH. Abdurrahman Wahid almagfurlah serta para pendiri PKB,” lanjut Cak Imin.
Wakil Ketua MPR RI ini berharap, semangat perjuangan Gus Dur semasa hidup dapat terus dilestarikan oleh dirinya dan seluruh kader PKB. “Semoga kita semua terus-menerus bisa melanjutkan perjuangan beliau (Gus Dur)," harap Cak Imin.
Disamping itu, Cak Imin juga meminta seluruh tamu undangan untuk mendoakan dirinya sukses memimpin PKB dan dijauhkan dari ragam fitnah serta bala bencana.
“Hari ini adalah hari kelahiran saya, saya mohon doanya kepada anak-anakku dan para hadirin sekalian, ya Allah berikanlah saya kesehatan, keselamatan, kekuatan, umur panjang, kesuksesan dan lancarkan usaha kami, perjuangan kami, jauhkanlah kami semua dari bala dan bencana,” tukas Cak Imin.
Acara lalu dilanjutkan dengan pembacaan tahlil, shalawat dan santunan kepada Yatim Piatu dan fuqoro yang hadir.
Cak Imin: PKB Partai Ajaib!
Cak Imin: PKB Partai Ajaib!




Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar memberi penilaian menarik terhadap dinamika politik PKB sejak didirikan pada 1998 silam.

Menurut Cak Imin (sapaan akrab Muhaimin), PKB adalah partai ajaib yang semakin hari semakin jelas sikap politiknya, perolehan kursinya, prestasinya hingga kepeduliannya terhadap rakyat Indonesia, terutama pesantren dan kaum santri.

“PKB partai ajaib!,” demikian kata Cak Imin saat memberi sambutan pada konsolidasi dan pembekalan caleg DPR RI, DPRD Tingkat I dan DPRD Tingkat II se Kalimantan Tengah, Sabtu 10 November 2018.

Sontak saja pernyataan Cak Imin ini disambut riuh tepuk tangan seluruh kader PKB dan caleg PKB yang hadir. “Hidup PKB, hidup Cak Imin,” kata mereka.

Wakil Ketua MPR RI ini mengungkapkan hal tersebut bukan tanpa sebab. Sejak dideklarasikan tanggal 23 Juli 1998 oleh Gus Dur, KH. Munasir Ali, KH. Ilyas Ruchiyat, KH. A. Mustofa Bisri, dan KH. A Muchith Muzadi, PKB berhasil mengikuti pemilu sekaligus berhasil menjadi juara ke 3 pada tahun 1999.

Sementara di bawah kepemimpinan Cak Imin, capaian prestisius sebanyak 11.292.151 suara (9,04%) atau setara 47 kursi di DPR RI pada Pemilu 2014 juga menjadi salah satu alasan keajaiban PKB.

Padahal, lima tahun sebelumnya atau Pemilu periode 2004-2009, PKB hanya memperoleh 5.146.302 suara (4,95 persen) dan mendapat 28 kursi DPR RI.

“Meski beberapa kali pemilu PKB mengalami dinamika, kita tidak punya TV dan modal terbatas Alhamdulillah sekarang PKB menduduki posisi ke 3 dalam survei,” tukas Cak Imin.


PKB Tertinggi di Jawa Timur, Gusur PDI-P
PKB Tertinggi di Jawa Timur, Gusur PDI-P

Elektabilitas Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Provinsi Jawa Timur menggusur PDI Perjuangan. Hal itu berdasarkan hasil survei yang dirilis Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Jum`at, 2 November 2018.


Partai yang dipimpin Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin ini menempati peringkat pertama dengan meraup suara sebesar 21,7 persen. Kemudian, PDI Perjuangan di peringkat kedua dengan perolehan suara 21,0 persen.

Sementara, Partai Golkar meraup suara 5,2 persen dan Gerindra 4,6 persen. Selanjutnya, Partai Demokrat 3,6 persen, Perindo 1,7 persen, PPP 1,7 persen, PAN 1,4 persen, Partai Nasdem 0,8 persen, PKS 0,7 persen, PBB 0,3 persen, PSI 0,3 persen dan Partai Hanura 0,2 persen.

"PKB unggul tipis di Provinsi Jawa Timur," kata Peneliti Senior LSI, Adjie Alfaraby dalam konferensi pers di Jakarta, Jum`at, 2 November 2018.

Partai yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama (NU) itu, jelasnya, telah berhasil menggeser dominasi PDIP pada Pemilu 2014 silam. "Jadi ada perubahan dan naik turunnya (kekuatan) Parpol di Jatim. PKB sementara mengambil posisi pertama dari pemenang PDIP di tahun 2014," pungkasnya.

Diketahui, survei elektabilitas partai politik peserta Pemilu 2019 dilaksanakan pada 4-14 Oktober 2018 dengan melibatkan 600 responden di Provinsi Jawa Timur. Margin of Error sebesar 4,1 persen.

Selain di Jatim, LSI juga melakukan survei yang sama di 9 Provinsi lainnya seperti Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, Sumatera Utara, Riau, Lampung, Sumatera Selatan, dan Sulawesi Selatan. 
Survei Populi Center: PDIP 25,1%, Gerindra 11,8%, PKB 10,3%
Survei Populi Center: PDIP 25,1%, Gerindra 11,8%, PKB 10,3%

Lembaga Survei Populi Center merilis hasil survei yang dilakukan 23 September-1 Oktober 2018. Ada fakta cukup mengejutkan dari hasil survei terbaru ini, yaitu elektabilitas Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) melonjak tajam setelah penetapan pasangan calon presiden dan wakil presiden.

Partai yang dinahkodai Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin itu menyalip Golkar di urutan ketiga dengan elektabilitas sebesar 10,3 persen dalam survei dan hanya terpaut 1,5 persen dari Gerindra di posisi kedua. Posisi ini meningkat drastis dari bulan Agustus 2018 dimana elektabilitas PKB di angka 6,6 persen.

                       Survei Kompas: PKB Masuk 3 Besar

Direktur Eksekutif Populi Center Usep S Ahyar menjelaskan, PKB diuntungkan efek ekor jas (coattail effect) karena mengusung pasangan Joko Widodo dan Ma`ruf Amin. Menurut Usep, publik banyak yang mengasosiasikan PKB dengan cawapres Ma`ruf Amin.
“Pak Ma`ruf banyak diasosiasikan ke PKB, mengingat anak Ma`ruf Amin, Siti Ma`rifah juga PKB. Ma`ruf Amin juga mantan Rois Syuriah NU yang dekat dengan PKB," ujarnya di Jakarta, Rabu 24 Oktober 2018.
Selain itu, lanjut Usep, PKB dinilai solid dan stabil dibanding sejumlah partai lain. Ditambah lagi ideologi Islam moderat yang diusung PKB mampu mendongkrak simpati publik.
"Momentum politik identitas yang mendikotomi Islam vs non Islam cenderung menguat, nah PKB dengan Islam moderatnya mendapatkan keuntungan," lanjut Usep.
Berikut elektabilitas parpol hasil survei Populi Center:
1. PDI Perjuangan 25,1 persen
2. Gerindra 11,8 persen
3. PKB 10,3 persen
4. Golkar 10,2 persen
5. NasDem 4,2 persen
6. Demokrat 3 persen
7. PKS 3 persen
8. PPP 2,7 persen
9. PAN 1,6 persen
10. Hanura 1 persen
11. Perindo 0,8 persen,
12. Partai Garuda 0,5 persen
13. PSI 0,3 persen
14. PBB 0,2 persen
15. Berkarya 0,1 persen
16. PKPI 0 persen.
PKB Makin Digdaya, Berikut Parpol yang Terancam `Berguguran` di Pemilu 2019
PKB Makin Digdaya, Berikut Parpol yang Terancam `Berguguran` di Pemilu 2019


Jakarta, PKBNews - Elektabilitas Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) semakin kuat dan sakti di kancah perpolitikan tanah air. Hal ini, melihat hasil survei yang dilakukan oleh Litbang Kompas yang menempatkan PKB berada di posisi ketiga.

Survei yang dilakukan pada 24 September hingga 5 Oktober 2018 ini, menempatkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di posisi kesatu, Partai Gerindra di posisi kedua, PKB di posisi ketiga dan Partai Golkar berada di posisi keempat.
Dilansir kompascom, keterpilihan PKB meningkat 1,4 persen menjadi 6,3 persen. Sementara PDI Perjuangan elektabilitasnya mengalami penurunah sebesar 3,4 persen menjadi 29,9 persen. Begitu juga dengan Golkar, turun 1 persen 6,2 persen.
Baca juga: Survei Kompas: Masuk 3 Besar, PKB Kalahkan Golkar
Lalu, partai yang pernah membawa kadernya menjadi presiden dua periode, Demokrat harus puas di posisi lima besar dengan 4,8 persen yang disusul oleh partai pimpinan Surya Paloh, Nasdem dengan 3,6 persen responden.
Dengan mengacu pada Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 dengan ketentuan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) 4 persen dari suara sah nasional, maka ada beberapa parpol yang terancam tidak aman pada Pemilu 2019 mendatang.
Terlihat dalam survei Litbang Kompas, ada beberapa parpol di bawah 4 persen, diantaranya: Partai Nasdem (3,6 persen), PKS (3,3 persen)
PPP (3,2 persen), PAN (2,3 persen), Perindo (1,5 persen), Partai Hanura (1 persen), PBB (0,4 persen), PSI (0,4 persen), Partai Berkarya (0,4 persen), Partai Garuda (0,3 persen) dan PKPI (0,1 persen).


PKBNews - Litbang Kompas merilis hasil survei elektabilitas partai politik peserta Pemilu (Pemilihan Umum) tahun 2019 pada Selasa, 23 Oktober 2018. Hasil survei tersebut menunjukkan elektabilitas Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengalahkan Partai Golkar.
Elektabilitas PKB naik ke peringkat tiga menggeser partai Golkar yang turun ke peringkat empat. Berdasarkan hasil survei ini, elektabilitas PKB naik sebesar 1,4 persen menjadi 6,3 persen. Sedangkan Partai Golkar turun 1 persen menjadi 6,2 persen.
Sementara, elektabilitas PDI-P yang menduduki peringkat pertama turun sebesar 5,1 persen menjadi 29,9 persen. Sedangkan Partai Gerindra yang menduduki peringkat kedua elektabilitasnya justru naik sebesar 5,1 persen menjadi 16 persen.
Berikut daftar lengkap elektabilitas partai politik peserta Pemilu 2019 yang dirilis litbang Kompas sebagaimana dilansir dari kompas.com, antara lain:
  1. PDI-P (29,9 persen)
  2. Partai Gerindra (16 persen)
  3. PKB (6,3 persen)
  4. Partai Golkar (6,2 persen)
  5. Partai Demokrat (4,8 persen)
  6. Partai Nasdem (3,6 persen)
  7. PKS (3,3 persen)
  8. PPP (3,2 persen)
  9. PAN (2,3 persen)
  10. Perindo (1,5 persen)
  11. Partai Hanura (1 persen)
  12. PBB (0,4 persen)
  13. PSI (0,4 persen)
  14. Partai Berkarya (0,4 persen)
  15. Partai Garuda (0,3 persen)
  16. PKPI (0,1 persen)
Survei Litbang Kompas dilaksanakan pada 24 September - 5 Oktober 2018 dengan melibatkan 1.200 responden secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 34 Provinsi. Tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error 2,8 persen.


PKBNews - Semakin luasnya penggunaan teknologi membuat Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menekankan civitas akademika Nusa Nipa untuk terus bergerak, berkreasi, beraktifitas dan melakukan upaya terus menerus untuk menemukan keunggulan yang dimiliki yang dipadu dengan pengetahuan teknologi informasi.
Kendati demikian, landasan berbagai macam kemajuan serta semangat mahasiswa harus disikapi dengan baik. Dalam posisi itu Cak Imin meminta nasionalisme, semangat kebangsaan, semangat persaudaraan dan kemanusiaan, semangat Bhineka Tunggal Ika, serta semangat Merah Putih mereka harus terus diamankan dan dikokohkan. 
PKBNews - Jenderal (Sekjen) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) M Hanif Dakhiri (MHD) meminta seluruh calon anggota legislatif (caleg) bekerja keras mewujudkan target menjadi partai yang masuk tiga besar di Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

"Saya optimis PKB akan masuk menjadi tiga besar pada Pemilu 2019. Asalkan seluruh caleg bekerja keras," katanya dalam acara pembekalan calon legislatif PKB se-Bali di Hotel 100 Sunset Road, Denpasar, kemarin.

Keyakinan MHD bukanlah pepesan kosong, pasalnya hasil survei sejumlah lembaga memastikan PKB menjadi salah satu dari lima partai yang diprediksi lolos ambang batas peserta pemilu (electoral treshold).

"Hasil survei menunjukan PKB menjadi salah satu dari lima yang diprediksi lolos electoral threshold Pemilu 2019. Posisi kita sekarang ini adalah empat besar pemenang Pemilu 2014. Pada Pemilu 2019 diprediksi PKB masuk tiga besar pemenang Pemilu," ujarnya.

MHD mengingatkan, hasil survei sejumlah lembaga independen itu sejalan dengan keinginan PKB yang berharap bisa meraih 100 kursi di DPR RI.

Ia menambahkan, kunci untuk mencapai target tersebut adalah kerja bersama-sama semua kader partai.

"Yang penting memastikan dapat kursi dulu. Soal siapa yang akan menduduki kursi itu, Tuhan yang menentukan," ucap MHD.

Lebih jauh MHD berkata, PKB bukan sembarang partai, lantaran PKB berbeda dengan partai lainnya.
"PKB partai orang alim, orang baik, orang yang mendarma-baktikan hidupnya pada agama dan bangsa. PKB merupakan partai pembeda, partai penuh berkah," tuturnya.

Lebih jauh MHD menuturkan, PKB didirikan oleh para kiai dari seluruh nusantara. Maka, ia mengajak seluruh kader PKB agar meniatkan berpolitik sebagai ibadah.

"Ini modal utama perjuangan kita. Kalau kita bekerja keras, inovatif, kreatif, bukan tidak mungkin kita menjadi tiga besar Pemilu 2019. PKB punya masa depan. PKB partai punya harapan. Kita agamis, kita juga nasionalis. Kita nasionalis, kita juga agamis," katanya.

Melihat antusiasme dan kepedulian tinggi masyarakat Indonesia terhadap bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah membuat anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Kadir Karding bersyukur.

Terlebih Presiden Joko Widodo juga menunjukkan sikap tanggap dan cepat turun ke lapangan untuk menyapa sekaligus mencari solusi terbaik penanggulangan pascabencana.

“Kita harus bersyukur masyarakat Indonesia memiliki rasa peduli yang tinggi. Yang pertama, Presiden meminta distribusi logistik merata. Menurut saya, arahan dari Presiden sudah maksimal,” kata Karding saat menjadi pembicara dalam acara bertajuk Bersatu Menghadapi Bencana live di Metro TV, Selasa 9 Oktober 2018.

Legislator yang lahir di Kabupaten Donggala dan sekolah di Kota Palu ini menjelaskan, PKB sendiri sedari awal juga berkomitmen kuat untuk turut serta turun tangan membantu memulihkan keadaan pascabencana itu.

"PKB tentu sejak awal kejadian mobilisasi doa bersama dan memotong gaji untuk membantu masyarakat di Palu,” tegas dia.

Sebelumnya, Karding mengusulkan agar Pemerintah membuat penataan tata ruang baru di daerah terdampak bencana di Sulawesi Tengah untuk penataan kota dan kawasan yang lebih layak huni.

"Pada pascabencana gempa dan tsunami di Sulawesi Palu, Sigi, dan Donggala, sebaiknya Pemerintah segera melakukan penataan mana kawasan yang dapat dibangun hunian lagi dan mana yang tidak layak untuk menjadi hunian," kata Karding

Karding berharap daerah yang terjadi likuifaksi atau tanahnya menjadi gembur, seperti di Petobo dan Balaroa di Kota Palu, agar tidak dibangun hunian penduduk lagi, karena sangat rawan terjadi bencana.

“Daerah yang terjadi likuifaksi, sebaiknya menjadi daerah terbuka hijau atau menjadi hutan kota," tukas dia.