Showing posts with label KH. Ma'ruf Amin. Show all posts
Showing posts with label KH. Ma'ruf Amin. Show all posts

Senin, 30 September 2019. Beredar issue Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Tangerang Selatan bakal mengusung Siti Nur Azizah, putri KH. Ma’aruf Amin Wakil Presiden RI terpilih 2019-2024. Hal itu dikarenakan adanya kedekatan dengan ketua umum PKB Ahmad Muhaimin Iskandar (Gus Ami).

“Sampai hari ini saya belum pernah ketemu dengan Bu Nur Azizah,” Kata Tarmizi Ketua DPC PKB Tangsel.

Beliau memastikan, penjaringan Bakal Calon Walikota / Wakil Walikota Kota Tangerang Selatan 2020 mendatang terbuka untuk siapa saja. Setelah pendaftaran bacalon ditutup, Desk Pilkada akan menverifikasi setiap berkas yang masuk.

Tahapan selanjutnya para bacalon ditantang memaparkan visi dan misi dihadapan elite serta kader PKB. “Para bakal calon itu yang sudah mengembalikan formulir tentunya dengan persyaratan yang memang sudah dilengkapi,” Ujar Tarmizi.

Beliau menyerahkan keputusan rekomendasi melalui uji kepatutan dan kelayakan (fit and propher test) kepada DPP PKB di Jakarta.

Muthmainah Ketua Desk Pilkada menambahkan bahwa PKB hanya punya jatah empat kursi di parlemen. Sehingga tidak mungkin dapat mengusung calon sendirian karena mesti berkoalisi dengan partai politik lainnya.

"Kita membuka peluang kepada semuanya. Adapun jika dari internal maupun eksternal, selagi dia bisa diterima oleh koalisi partai lain kita akan fair,”  Ujarnya.

Partai berlambang bola dunia yang dikelilingi sembilan bintang di Kota Tangsel ini membuka pendaftaran penjaringan mulai 2-13 Oktober 2019.

JAKARTA, - Usai ditetapkan menjadi Wakil Presiden RI mendampingi Joko Widodo, Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ma`ruf Amin akan terus memperkuat perannya sebagai umara.

Hal itu akan dilaksanakan cicit Syekh Nawawi Al-Bantani dengan menjalankan fungsi sebagai umara yaitu membangun kebermanfaatan, membangun kemaslahatan, menghindarkan rakyat dari kerusakan dan menghindarkan rakyat dari bahaya yang mengancam.

Kiai Ma`ruf menegaskan, jika sebelumnya berkiprah sebagai ulama, maka kini dirinya mempunyai tanggung jawab lain yakni sebagai umara atau pemerintah.

"Saat ini saya punya dua tanggung jawab, yaitu mas`uliyyah ulama (tanggung jawab ulama) dan mas`uliyyah umara (tanggung jawab pemimpin). Sekarang saya ulama dan umara," kata Kiai Ma`ruf Amin yang dilansir dari laman nu.or,id, Senin, 1 Juli 2019.

Kiai asal Banten ini mengaku akan tetap berkomitmen mengabdi untuk negara dengan tidak melepaskan fungsi ulama yaitu untuk membangun agama di masyarakat. Ia optimis ke depan Indonesia akan menjadi negara yang maju dalam segala bidang termasuk maju dari masalah ekonomi.

Seperti diketahui, KH Ma`ruf Amin merupakan Rais Aam PBNU periode 2015-2020, jabatannya sebagai pimpinan tertinggi di NU digantikan KH Miftahul Achyar lantaran menjadi calon Wakil Presiden periode 2019-2023 mendampingi H Joko Widodo.

Pria lulusan Pesantren Tebu Ireng Jombang ini memulai kariernya di dunia dakwah dari bawah. Tak hanya itu, Kiai Ma`ruf Amin juga menjalani yang sama di politik. Keilmuan agama dan wawasan kebangsaannya mengantarkannya menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden dan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia.

Kiai Ma`ruf lahir dalam tradisi Nahdlatul Ulama (NU). Keluarganya kemudian menyekolahkannya ke Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. Setelah lulus pesantren, ia meneruskan kuliah di Universitas Ibnu Chaldun, Bogor, Jawa Barat.

Berbekal ilmu yang dimiliki, Ma`ruf Amin terjun ke dunia dakwah. Ia mulai menjadi anggota koordinasi Dakwah Indonesia (KODI) DKI Jakarta.

Selain itu, ia juga aktif di organisasi Nahdlatul Ulama. Kariernya terus berjalan seiring jam terbang dakwahnya.

Aktivitas lainnya, ia ikut aktif di Majelis Ulama Indonesia (MUI). Di politik pun tak kalah aktifnya, Kiai Ma`ruf sempat menjadi anggota DPRD DKI Jakarta dari Partai Persatuan Pembangunan. Namanya mulai terkenal berbarengan lahirnya Era Reformasi pada tahun 1998 dengan bermunculan partai-partai baru.

Kiai Ma`ruf Amin sempat diminta Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk menjadi Ketua Dewan Syuro PKB yang pertama. Melalui partai besutan KH Abdurrahman Wahid ini, Kiai Ma`ruf pernah menjadi anggota DPR/MPR RI. Selain itu, di tengah menjalani aktivitasnya di NU dan MUI, Kiai Ma`ruf Amin diminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden selama periode 2007-2009 dan 2010-2014.

Di samping sebagai Rais `Aam PBNU, KH Ma`ruf Amin juga menjabat sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat. Kini jabatan itu ditinggalkan Kiai Ma`ruf lantaran akan fokus mendampingi presiden Jokowi di pemerintahan sebagai Wakil Presiden RI 2019-2024.

Jakarta - Cawapres nomor urut 01 KH Ma'ruf Amin diperbincangkan karena tak banyak bicara di debat capres perdana. Ada beberapa fakta-fakta tentang Ma'ruf Amin. Simak di sini.

Ma'ruf Amin lahir di Kresek, Tangerang, pada 11 Maret 1943. Pria berumur 75 tahun ini diumumkan sebagai calon Wakil Presiden Indonesia pada pemilihan umum Presiden Indonesia 2019, mendampingi petahana Joko Widodo (Jokowi) pada 9 Agustus 2018.



Berikut 7 fakta Ma'ruf Amin:




Ma'ruf Amin menjadi santri sejak tahun 1958 di Madrasah Tsanawiyah Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. Kemudian dia melanjutkan ke Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Tebuireng pada 1961. 

2. Jadi Guru

Ma'ruf menjadi guru di sekitar Jakarta Utara pada periode 1964-1970. Kemudian dia menjadi dosen di Fakultas Tarbiyah Universitas Nahdlatul Ulama (Unnu) Jakarta pada 1968. Selanjutnya dia menjadi Direktur dan Ketua Yayasan Lembaga Pendidikan dan Yayasan Al-Jihad pada 1967. 

3. Kiprah di Dunia Politik

Ma'ruf pernah berkiprah di dunia politik. Dia pernah menjabat anggota DPRD DKI Jakarta utusan golongan untuk 1971-1973. Kemudian menjadi anggota DPR dari PPP pada 1973 hingga 1977. Di DPR, Ma'ruf pernah menjadi pimpinan Komisi A dari Fraksi PPP. 

Lalu Ma'ruf ke PKB. Dia merupakan anggota MPR untuk 1997-1999. Selanjutnya dia terpilih menjadi anggota DPR dari Fraksi PKB selama 1999-2004. Ma'ruf pernah menjabat sebagai ketua Komisi VI DPR. Dia juga pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Syuro PKB pada 1998. 

4. Aktif di Organisasi Agama 

Ma'ruf Amin pernah menjabat sebagai Ketua Ansor Jakarta untuk 1964-1966. Dia juga menjabat sebagai Ketua Front Pemuda selama 1964-1967 dan Ketua NU Jakarta pada 1966-1970. 

Kemudian Ma'ruf menjabat sebagai Wakil Ketua Wilayah NU Jakarta pada 1968-1976. Organisasi lain yang pernah diikutinya antara lain:

-Anggota Koordinator Da'wah (Kodi), Jakarta (1970-1972)
-Anggota Bazis (Badan amil zakat, infaq, dan shadaqah), Jakarta (1971-1977)
-Anggota Pengurus Lembaga Da'wah PBNU, Jakarta (1977-1989)
-Ketua Umum Yayasan Syekh Nawawi Al Bantani (1987)
-Katib Aam Syuriah PBNU (1989-1994)
-Anggota MUI Pusat (1990)
-Rois Syuriah PBNU (1994-1998)
-Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI Pusat (1996)
-Ketua Dewan Syariah Nasional (DSN) (1996)
-Mustasyar PBNU (1998)
-Anggota Komite Ahli Pengembangan Bank Syariah Bank Indonesia (1999)
-Ketua Komisi Fatwa MUI (2001-2007)
-Mustasyar PKB (2002-2007)
-Ketua Harian Dewan Syariah Nasional MUI (2004-2010)
-Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) (2007-2010) 



5. Wantimpres

Amin pernah menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden pada masa jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). 

6. Istri Ma'ruf Amin 

Istri Ma'ruf Amin yakni Wury Estu Handayani. Wury merupakan istri Ma'ruf dari pernikahan yang kedua. 

Istri pertama Ma'ruf, Siti Churiyah telah meninggal dunia. Dari pernikahan pertama, Ma'ruf memiliki anak bernama Siti Haniatunnisa, Siti Makrifah, Ahmad Syauqi, dan Ahmad Muayyad.

Wury dan Ma'ruf menikah pada 31 Mei 2014 di aula Masjid Sunda Kelapa. Keduanya menjalani taaruf singkat sebelum memutuskan menikah. Saat keduanya menikah, Wury berstatus janda dan Ma'ruf berstatus duda. 

Jarak usia antara Ma'ruf dan Wury terbilang cukup jauh. Wury 31 tahun lebih muda dari Ma'ruf. Ketika menikah, usia Wury 40 tahun, sedangkan Ma'ruf Amin menginjak 71 tahun. 


7. Tak Banyak Bicara dalam Debat Perdana 

Terbaru, anggota Dewan Pembina Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Amien Rais mengkritik Ma'ruf Amin yang tidak banyak berperan dalam debat pilpres 2019 di Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). Menurut Amien, ada yang menonjol dalam debat, yaitu peran Ma'ruf Amin yang tidak banyak bicara selama debat berlangsung.

Menanggapi itu, Ma'ruf mengatakan, Jokowi lebih banyak mengetahui persoalan di masa pemerintahannya.

"Ya itu tadi, saya kan wakil presiden (wapres), porsi utama itu presiden. Saya hanya menambah saja. Jangan seperti saur manuk (seperti burung yang saling bersautan), sini ngomong sana ngomong," ujar Ma'ruf di kediamannya, Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (17/1/2019).
Ribuan Masyarakat di Banten Hadiri Deklarasi Dukungan Jokowi-Ma`ruf Amin
Ribuan Masyarakat di Banten Hadiri Deklarasi Dukungan Jokowi-Ma`ruf Amin




Keluarga Besar H. Tubagus Chasan Sochib menggelar deklarasi dukungan kepada pasangan capres cawapres Joko Widodo-KH. Ma`ruf Amin. Acara deklarasi digelar di Gelanggang Olah Raga (GOR) Maulana Yusuf, Kota Serang, Banten, Sabtu, 3 November 2018.


Ribuan masyarakat turut menghadiri acara tersebut bersama para ulama, Pendekar Banten, serta Relawan Banten Bersatu (RBB). Sementara, Keluarga besar H.Tubagus Chosan Sochib diwakili oleh Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diani dan wakil Gubernur Banten Andhika Hazrumy yang juga Ketua Persatuan Pendekar Banten.

Dalam sambutannya, Ratu Tatu mengatakan masyarakat Banten berterima kasih pada Jokowi karena telah memilih calon wakil Presiden dari Putra Banten yakni KH. Ma`ruf Amin. Karena, lanjutnya, selama ini bisa dihitung berapa orang dari masyarakat Banten yang duduk di Kementerian.

"Ini merupakan kebahagiaan bagi masyarakat Banten. Selama ini masyarakat Banten bisa dihitung yang duduk di Kementerian. Tapi Pak Jokowi malah memberi tempat kepada salah satu putra terbaik Banten mendampingi Bapak," kata Ratu Tatu.

Dihadapan peserta deklarasi, Ratu Tatu menegaskan bahwa deklarasi ini bukanlah akhir pertemuan, melainkan awal dari perjuangan. Dirinya juga mengungkapkan bahwa ini merupakan harapan masyarakat Banten jika nanti pasangan Jokowi`Ma`ruf Amin dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden periode mendatang.

"Sekarang tergantung masyarakat Banten, apakah akan memanfaatkan kesempatan ini," tuturnya.
Selain itu, Ratu Tatu mengakui bahwa peserta deklarasi yang hadir umumnya adalah jejaring keluarga besar untuk memenangkan berbagai ajang politik, mulai dari Pilkada hingga Pemilu Legislatif di Provinsi Banten. Dirinya berharap jaringan ini juga bersedia bekerja keras untuk memenangkan pasangan Jokowi-Ma`ruf Amin di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

"Jangan bermimpi jadi pemenang ketika duduk terus, ketika tak bergerak. Kami dari keluarga besar berharap kepada kita semua agar memberikan hal yang sama dalam memenangkan Pak Jokowi-KH. Ma`ruf Amin," pungkasnya.


KH Ma`ruf Amin: Santri Harus Ambil Peran dalam Pembangunan Indonesia
KH Ma`ruf Amin: Santri Harus Ambil Peran dalam Pembangunan Indonesia

PKBNews - Peringatan Hari santri nasional yang tepat jatuh pada hari ini menjadi momentum bagi santri untuk turut berperan aktif dalam pembangunan. Kemeriahan pun nampak pada Apel Santri yang diselenggarakan di Tasikmalaya. Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 01, KH Ma`ruf Amin turut hadir pada apel Hari Santri 2018 di Lapangan Dadaha, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin 22 Oktober 2018.

Dalam kesempatan itu, KH Ma`ruf Amin berpesan kepada para santri agar mampu mengambil peran dalam segala aspek untuk mengisi pembanguanan Indonesia.
"Santri harus mempunyai peran (dalam membangun negara) sehingga bisa diperhitungkan negara," kata Kiai Ma`ruf Amin.
Menurut Ma`ruf Amin, santri harus punya semangat mengabdi kepada negara. Bukan hanya mempertahankan dan mengusir penjajah tetapi juga harus mengisi pembangunan.
"Santri harus membangun kesejahteraan untuk menghilangkan kemiskinan, santri juga harus mengambil peran dari segala aspek," tambahnya.
Diketahui, dalam apel Hari Sandri Nasional 2018, turut hadir Ketua Umum PBNU Prof DR Said Aqil Siraj, Panglima Santri Nusantara Abdul Muhaimin Iskandar, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, para kiai pimpinan pondok pesantren serta ribuan santri dari berbagai daerah di Jawa Barat.