Showing posts with label Berita Banten. Show all posts
Showing posts with label Berita Banten. Show all posts

Serang - APBD Banten tahun 2020 Sebesarar 13,2 triliun resmi disahkan  setelah melewati pembahasan bersama DPRD dengan Pemprov Banten pada selasa (19/11/2019).

Pengesahan itu dilakukan dalam rapat paripurna di Kawasan Pemerintahan Provinsi Banten, Serang, Selasa (19/11/2019). Dalam postur APBD 2020, pendapatan asli daerah dari pajak, hasil retribusi daerah, pengelolaan kekayaan daerah sampai pendapatan yang sah bernilai Rp 8,1 triliun. Sedangkan dana perimbangan sebesar Rp 4,4 triliun

Dalam APBD 2020 juga porsi belanja tidak langsung lebih besar dibanding belanja langsung untuk kepentingan belanja modal, jasa, termasuk untuk infrastruktur. Belanja tidak langsung untuk 2020 senilai Rp 8,3 triliun.

Dari jumlah itu, belanja pegawai sampai Rp 2,5 triliun dan hibah bansos sampai Rp 2,3 triliun. Sedangkan belanja bagi hasil untuk kabupaten/kota senilai Rp 2,8 triliun.

Sedangkan belanja langsung, seperti barang dan jasa, senilai Rp 2,7 triliun dan belanja modal Rp 2,0 triliun.

Pada tahun ini, terdapat program tambahan yang dimasukkan ke APBD, yakni bantuan untuk pesantren. Dana bantuan pondok pesantren sebelumnya pernah ada pada 2018 silam, namun menghilang pada APBD 2019.

Dari alokasi APBD, khususnya hibah bansos, sebesar Rp 2,3 triliun, ada anggaran untuk pesantren sebesar Rp 30 juta per ponpes. Ada sekitar 3.000 pesantren yang rencananya mendapatkan bantuan tersebut.





Senin, 30 September 2019. Beredar issue Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Tangerang Selatan bakal mengusung Siti Nur Azizah, putri KH. Ma’aruf Amin Wakil Presiden RI terpilih 2019-2024. Hal itu dikarenakan adanya kedekatan dengan ketua umum PKB Ahmad Muhaimin Iskandar (Gus Ami).

“Sampai hari ini saya belum pernah ketemu dengan Bu Nur Azizah,” Kata Tarmizi Ketua DPC PKB Tangsel.

Beliau memastikan, penjaringan Bakal Calon Walikota / Wakil Walikota Kota Tangerang Selatan 2020 mendatang terbuka untuk siapa saja. Setelah pendaftaran bacalon ditutup, Desk Pilkada akan menverifikasi setiap berkas yang masuk.

Tahapan selanjutnya para bacalon ditantang memaparkan visi dan misi dihadapan elite serta kader PKB. “Para bakal calon itu yang sudah mengembalikan formulir tentunya dengan persyaratan yang memang sudah dilengkapi,” Ujar Tarmizi.

Beliau menyerahkan keputusan rekomendasi melalui uji kepatutan dan kelayakan (fit and propher test) kepada DPP PKB di Jakarta.

Muthmainah Ketua Desk Pilkada menambahkan bahwa PKB hanya punya jatah empat kursi di parlemen. Sehingga tidak mungkin dapat mengusung calon sendirian karena mesti berkoalisi dengan partai politik lainnya.

"Kita membuka peluang kepada semuanya. Adapun jika dari internal maupun eksternal, selagi dia bisa diterima oleh koalisi partai lain kita akan fair,”  Ujarnya.

Partai berlambang bola dunia yang dikelilingi sembilan bintang di Kota Tangsel ini membuka pendaftaran penjaringan mulai 2-13 Oktober 2019.
Jajaran Pengurus DPC PKB Tangerang Selatan

Senin, 30 September 2019 - Jelang pesta demokrasi Pilkada Kota Tangerang Selatan 2020, DPC PKB Kota Tangerang Selatan telah membentuk Desk Pilkada dengan masa bakti dari tahun 2019 sampai dengan tahun 2020.

Adapun tugas dari Desk Pilkada adalah melakukan penjaringan Bakal Calon Walikota / Wakil Walikota Kota Tangerang Selatan.

Pembukaan pendaftaran akan dimulai pada hari Rabu, 2 Oktober 2019 yang insya Allah akan selesai pada hari Minggu, 13 Oktober 2019.

"Memberikan peluang bagi semua putra-putri terbaik yang siap memimpin Kota Tangerang Selatan dengan menitikberatkan calon yang memiliki integritas dan loyalitas tinggi kepada NKRI harga mati, serta setia kepada Pancasila dan UUD 1945." Kata Muthmainnah Ketua Desk Pilkada PKB Kota Tangerang Selatan.

"Oleh karena itu, Desk Pilkada PKB Tangsel menolak keras calon yang mendukung paham Kilafah dan Radikalisme." Lanjut Beliau.

Desk Pilkada PKB Tangsel akan selalu berkonsultasi kepada DPW PKB Provinsi Banten serta DPP PKB di Jakarta sejak mulai proses penjaringan sampai dengan semua tahapan selesai.

SERANG -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten menuturkan bahwa dari delapan kabupaten dan kota di Provinsi Banten, Pandeglang paling rawan bencana kekeringan. Wilayah tersebut memiliki jumlah kecamatan terbanyak yang tiap tahun berpotensi mengalami kekeringan.

Pusdalops BPBD Provinsi Banten Giman menyebutkan, ada 14 dari 35 Kecamatan di Pandeglang yang rawan kesulitan air bersih karena kekeringan. Jumlah tersebut menurutnya adalah daerah paling banyak terdampak kekeringan, yang menurutnya karena kondisi wilayah yang diliputi banyak pegunungan dan merupakan daerah pesisir.

"Pandeglang terbanyak potensi bencana kekeringan. Misalnya saja yang di gunung, kalau sudah mata airnya kering kan sulit mau kemana lagi, atau juga yang di daerah pesisir kalau sudah musim kemarau seperti ini sulit air bersihnya," kata Giman, saat diwawancarai di Kantor BPBD Banten, Selasa (9/7).

Sementara Kabupaten Lebak dan Kabupaten Serang masing-masing ada 12 Kecamatan yang berpotensi mengalami kekeringan. Sementara Kabupaten Tangerang di urutan selanjutnya dengan tujuh kecamatan dan Kota Serang sebanyak tiga kecamatan. Adapun Kota Tangerang, Tangerang Selatan, dan Kota Cilegon belum masuk daftar daerah rawan bencan kekeringan BPBD.

Pusdalops mengaku saat ini sudah banyak mendapat laporan dari kabupaten dan kota yang wilayahnya tengah mengalami kesulitan air bersih. Namun, hingga saat ini belum ada daerah yang mengaku tidak sanggup menangani kekeringan hingga memutuskan untuk menyematkan status darurat kekeringan.

"Saya sudah dengar ada beberapa daerah yang wilayahnya sudah kesulitan mendapatkan air bersih, seperti di Pontang. Namun sampai saat ini belum ada daerah yang menetapkan status darurat kekeringan, artinya masih bisa ditangani Pemda setempat atau BPBD setempat," ujarnya.

Dari laporan yang masuk, di Kabupaten Serang saat ini sudah tiga kecamatan terdampak kekeringan dengan jumlah 69.762 jiwa yang ada di wilayah tersebut kesulitan air bersih. Sementara, Kabupaten Lebak empat kecamatan dan Pandeglang terbanyak dengan jumlah tujuh kecamatan terdampak.

TANGERANG –  Seiring dengan permasalahan PPDB Zonasi Gubernur Banten Wahidin Halim atau biasa disapa WH akan berkonsultasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terkait hasil penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2019, di Banten.

Wahidin menilai, PPDB di Banten belum sesuai dengan tujuan Kemendikbud yakni pemerataan pendidikan.

“Fakta pelaksanaan sistem zonasi di Banten belum bisa memenuhi akses pendidikan masyarakat yang mengharapkan dapat sekolah gratis dengan lokasi yang mudah dijangkau,” jelas Wahidin, Senin (1/7/2019).

Wahidin melanjutkan, selain itu jumlah kuota, dan rombongan belajar yang dibatasi menjadi pengaruh. Pun dengan fasilitas pendidikan yang belum memadai.

Lagipula, tambah Wahidin, jumlah sekolah di Banten belum sebanding dengan kebutuhan pendidikan yang tinggi. Dia menerangkan, di Banten baru mengalokasikan satu sekolah negeri per kecamatan, sehingga dipastikan tak mampu menampung semua calon peserta didik baru.

“Kemudian, sistemnya tanpa ada standar minimal. Siapa sih yang sebenarnya diterima itu? Apakah yang punya prestasi? Apa orang miskin? Apa orang kaya?,” tanyanya dilansir medcom.id.

Wahidin mengakui, sistem zonasi memiliki tujuan yang baik untuk pemerataan sehingga semua calon peserta didik memiliki akses yang sama. Namun, akhirnya tidak semua mendapatkan akses karena keterbatasan kuota dan jumlah rombongan belajar.

“Yang harus didahulukan, bagaimana pemerintah dapat memenuhi kebutuhan dari jumlah sekolah yang dibangun, jumlah rombongan belajar dengan asumsi sesuai kebutuhan masyarakat,” bebernya.

Namun, jelas dia, sistem zonasi dibuat tanpa dibarengi dengan pemeratan keberadaan sekolah. Sehingga menyebabkan benturan.

“Di daerah yang padat pendudukan dan animo rendah dengan pendidikan, tak bakal jadi masalah. Tapi, di Tangerang dan Serang, ditambah dengan fasilitas sekolah gratis, peminat meningkat,” ujarnya.

Dia membeberkan, dengan sistem zonasi menjadi tidak jelas. Karena tidak adanya aturan jarak pasti yang disepakati.

“Apakah disepakati satu kilometer, dua kilometer atau tiga kilometer. Berbeda jika menggunakan kriteria nilai prestasi yang akan lebih mudah melihat siapa saja calon peserta didik yang memenuhi rata-rata nilai passing grade,” urai dia.

Wahidin mengaku, telah meminta Sekda Pemprov Banten Al Muktabar untuk mendata calon peserta didik berprestasi yang tidak lolos karena zonasi. Dia menyakini, calon peserta didik yang beprestasi dan berada di perbatasan bakal kalah saing dengan siswa yang ada di area zonasi.

“Kita akan membangun sekolah dan kelas baru. Kita akan konsultasi hari ini, agar langkah yang kita ambil nanti tidak salahi aturan. Kan kemarin kita usulakn penambahan kritesia prestasi 15 persen,” tandasnya. (Red)
Korban Tewas Tsunami Selat Sunda Jadi 222 Orang, 843 Orang Luka
Hasil gambar untuk tsunami selat sunda


Jakarta - Jumlah korban tewas tsunami di Selat Sunda kembali dilaporkan bertambah. Saat ini dilaporkan korban tewas diketahui menjadi 222 orang. 
 
"Jumlah korban dan kerusakan akibat tsunami yang menerjang wilayah pantai di Selat Sunda terus bertambah. Data sementara yang berhasil dihimpun Posko BNPB hingga Minggu 23/12/2018, pukul 16.00 WIB, tercatat 222 orang meninggal dunia, 843 orang luka-luka, dan 28 orang hilang," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Minggu (23/12/2018). 

Sutopo menjelaskan, update terbaru sebanyak 556 unit rumah rusak, 9 unit hotel rusak berat, 60 warung kuliner rusak, serta 350 kapal dan perahu rusak. 

"Tidak ada korban warga negara asing. Semua warga Indonesia. Korban dan kerusakan ini meliputi di 4 kabupaten terdampak, yaitu di Kabupaten Pandeglang, Serang, Lampung Selatan, dan Tanggamus," ujar Sutopo. 

Menurut Sutopo, jumlah korban diperkirakan akan terus bertambah. Terutama karena belum semua lokasi bisa dijangkau dan didata.

"Jumlah ini diperkirakan masih akan terus bertambah karena belum semua korban berhasil dievakuasi, belum semua puskesmas melaporkan korban dan belum semua lokasi dapat didata keseluruhan. Kondisi ini menyebabkan data akan berubah," jelas Sutopo.

Berikut ini rincian lokasi penemuan korban tewas dan luka hingga hilang:

1. Kabupaten Pandeglang
Sebanyak 164 orang meninggal dunia, 624 orang luka-luka, 2 orang hilang. Kerusakan fisik meliputi 446 rumah rusak, 9 hotel rusak, 60 warung rusak, 350 unit kapal dan perahu rusak, serta 73 kendaraan rusak. Daerah yang terkena dampak berada di 10 kecamatan. Lokasi yang banyak ditemukan korban adalah di Hotel Mutiara Carita Cottage, Hotel Tanjung Lesung, dan Kampung Sambolo.
 
2. Kabupaten Serang
Sebanyak 11 orang meninggal dunia, 22 orang luka-luka, dan 26 orang hilang. Kerusakan bangunan masih dilakukan pendataan.
3. Kabupaten Lampung Selatan
Tercatat 48 orang meninggal dunia, 213 orang luka-luka, dan 110 rumah rusak.
 
4. Kabupaten Tanggamus
Terdapat 1 orang meninggal dunia.

"Alat berat dikerahkan membantu evakuasi. Saat ini sedang bekerja 5 unit ekskavator, 2 unit loader, 2 unit dump truck, dan 6 unit mobil tangki air. Bantuan alat berat akan ditambah. Jumlah pengungsi masih dalam pendataan," papar Sutopo.
Update Korban Tsunami Selat Sunda: 168 Orang Meninggal, 745 Terluka
Hasil gambar untuk tsunami anyer


Korban tsunami Selat Sunda yang menerjang Banten dan Lampung terus bertambah. Hingga saat ini, jumlah korban tercatat mencapai 168 orang. 
 
"Hingga Minggu, 23 Desember 2018, pukul 13.00 WIB, total jumlah korban meninggal 168 orang meninggal dunia," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam jumpa pers di Kantor BPBD Yogyakarta, Minggu (23/12/2018). 

Sebanyak 745 orang terluka dan 30 orang lainnya hilang. Korban meninggal paling banyak di Pandeglang. 
 
Akibat tsunami, hotel dan rumah-rumah roboh. Kerusakan tidak hanya terjadi di Banten melainkan juga di Lampung Selatan. 

 
Tsunami ini menerjang pada Sabtu (22/12) dan diduga akibat aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang juga bertepatan dengan bulan purnama. PVMBG masih mendalami kaitan antara letusan gunung dan tsunami. 
sumber : detik.com
Update Korban Tsunami Banten: 62 Orang Tewas, 584 Luka, 20 Hilang
Hasil gambar untuk tsunami anyer

Pandeglang - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbaharui jumlah korban meninggal dunia akibat tsunami di pesisir Banten. Ada 62 korban meninggal dunia.
"Data dampak tsunami sampai dengan 23 Desember 2018 sampai dengan pukul 10.00 WIB, data sementara jumlah korban meninggal, 62 orang meninggal dunia, luka-luka 584 orang, hilang 20 orang," ujar Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangannya, Minggu (23/12/2018).
Tsunami terjadi pada Sabtu (22/12) malam. Selain 62 orang meninggal, terdapat ratusan unit rumah rusak berat.
"Kemudian terdapat 430 unit rumah rusak berat, 9 unit hotel rusak berat, 10 kapal kapal rusak berat. Dan data ini akan terus bergerak naik," katanya.
Daerah yang terdampak paling parah adalah Kabupaten Pandeglang yang terdiri dari kawasan wisata Pantai Carita, Tanjung Lesung, Sumur, Teluk Lada, dan Panimbang. BNPB hingga TNI tengah melakukan survei pemetaan dampak bencana.
"Daerah yang paling terdampak parah adalah di Kabupaten Padeglang, yaitu kawasan wisata dan permukiman sepanjang pantai dari Tanjung Lesung, Sumur, Teluk Lada, Panimbang, dan Carita. Oleh karena itu saat ini sedang disiapkan, akan dilakukan survei dan pemetaan dengan pesawat terbang yang dilakukan TNI, BNPB kerahkan heli," ujar Sutopo.
 
sumber : detik.com
Ribuan Masyarakat di Banten Hadiri Deklarasi Dukungan Jokowi-Ma`ruf Amin
Ribuan Masyarakat di Banten Hadiri Deklarasi Dukungan Jokowi-Ma`ruf Amin




Keluarga Besar H. Tubagus Chasan Sochib menggelar deklarasi dukungan kepada pasangan capres cawapres Joko Widodo-KH. Ma`ruf Amin. Acara deklarasi digelar di Gelanggang Olah Raga (GOR) Maulana Yusuf, Kota Serang, Banten, Sabtu, 3 November 2018.


Ribuan masyarakat turut menghadiri acara tersebut bersama para ulama, Pendekar Banten, serta Relawan Banten Bersatu (RBB). Sementara, Keluarga besar H.Tubagus Chosan Sochib diwakili oleh Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diani dan wakil Gubernur Banten Andhika Hazrumy yang juga Ketua Persatuan Pendekar Banten.

Dalam sambutannya, Ratu Tatu mengatakan masyarakat Banten berterima kasih pada Jokowi karena telah memilih calon wakil Presiden dari Putra Banten yakni KH. Ma`ruf Amin. Karena, lanjutnya, selama ini bisa dihitung berapa orang dari masyarakat Banten yang duduk di Kementerian.

"Ini merupakan kebahagiaan bagi masyarakat Banten. Selama ini masyarakat Banten bisa dihitung yang duduk di Kementerian. Tapi Pak Jokowi malah memberi tempat kepada salah satu putra terbaik Banten mendampingi Bapak," kata Ratu Tatu.

Dihadapan peserta deklarasi, Ratu Tatu menegaskan bahwa deklarasi ini bukanlah akhir pertemuan, melainkan awal dari perjuangan. Dirinya juga mengungkapkan bahwa ini merupakan harapan masyarakat Banten jika nanti pasangan Jokowi`Ma`ruf Amin dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden periode mendatang.

"Sekarang tergantung masyarakat Banten, apakah akan memanfaatkan kesempatan ini," tuturnya.
Selain itu, Ratu Tatu mengakui bahwa peserta deklarasi yang hadir umumnya adalah jejaring keluarga besar untuk memenangkan berbagai ajang politik, mulai dari Pilkada hingga Pemilu Legislatif di Provinsi Banten. Dirinya berharap jaringan ini juga bersedia bekerja keras untuk memenangkan pasangan Jokowi-Ma`ruf Amin di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

"Jangan bermimpi jadi pemenang ketika duduk terus, ketika tak bergerak. Kami dari keluarga besar berharap kepada kita semua agar memberikan hal yang sama dalam memenangkan Pak Jokowi-KH. Ma`ruf Amin," pungkasnya.


KH. Ma'ruf Amin dalam acara pelantikan PWNU Provinsi Banten 
PKBNews - SERANG - KH. Ma’ruf Amin menghadiri pelantikan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Banten 2018-2023 di Alun-alun Barat Kota Serang, Sabtu 13 Oktober 2018.

Kiai Ma’ruf dalam amanatnya meminta PWNU Banten turut aktif menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta mengajarkan Islam Ahlussunnah wal Jamaah.

“Tugas NU adalah menjaga negara (himayah al-daulah) dan menjaga agama (himayah al-dien), Islam ahlu sunnah wal jama’ah,” kata Kiai Ma’ruf di lokasi pelantikan yang dirangkap dengan Istighotsah Kubro.

Sementara itu, Ketua Harian PBNU KH. Robikin Emhas yang hadir mewakili Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siroj mengatakan, Kiai Ma’ruf telah mengajarkan arti penting politik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kiai Robikin meminta seluruh kader NU, tak terkecuali di Banten, untuk tidak terjebak pada penilaian negatif terkait pencalonan Kiai Ma’ruf sebagai Cawapres mendampingi Joko Widodo.

“Dalam konteks sebagai Cawapres, KMA tidak mengejar jabatan politik. Bukan mengejar kedudukan duniawi. Tapi dalam rangka menjalankan tugas NU untuk mengemban amanah keagamaan dan kenegaraan,” ujar Kiai Robikin.

Acara tersebut juga dihadiri Musytasyar PBNU Abuya Muhtadi Dimyati, Gubernur Banten Wahidin Halim, Ketua PBNU KH Abdul Manan Ghani, Kapolda Banten Brigjen Kapolda Banten Teddy Minahasa Putra serta Wagub Banten Andika Hadrumi.

KH. Abuya Muhtadi Dimyati pada saat menunggangi kuda dalam acara Kirab Satu Negeri
PKBNews - Serang- Kiai kharismatik asal Banten, Abuya Muhtadi bin Dimyati menyambut Kirab Satu Negeri Gerakan Pemuda Ansor dengan menaiki kuda, Sabtu (13/10) siang. Rombongan Kirab Satu Negeri tiba di Serang setelah sebelumnya tiba di Merak Jumat (12/10) kemarin.

Rombongan kirab kemudian menggelar long march yang diawali dari Masjid Agung Ats -Tsaurah Kota Serang menuju Alun-alun Barat Kota Serang, lokasi Acara Pelantikan PWNU Banten.

Ribuan kader dan Banom NU Banten menyambut rombongan Kirab Satu Negeri tersebut dengan sangat antusias. Bahkan, Gubernur dan Wakil Gubernur Banten, Wahidin Halim dan Andika Hazrumy serta Kapolda Banten, Brigjen Pol Teddy Minahasa ikut menyambut rombongan kirab tersebut.

"Hari ini rombongan Kirab Satu Negeri tiba di Kota Serang. Kita ingin menunjukkan bahwa Indonesia beragam tapi ini tetap satu: satu bangsa, satu tanah air dan satu bahasa. Jadi, kita itu sama: sama cinta Indonesia," kata Ketua PW Ansor Provinsi Banten, Ahmad Nuri.

Gubernur Banten Wahidin Halim yang menyambut rombongan tersebut mengaku bahagia. Sebab, menurutnya, NU dan Banom-nya tidak diragukan lagi terkait persoalan keumatan.

"Kalau soal keumatan, NU tidak diragukan lagi. Setiap hari, setiap minggu banyak pengajian di Banten. Saya ingin Banten maju ke depan, bersatu semua warga bangsa. Saya senang sekali bisa menjadi bagian Kirab Satu Negeri yang mengaungkan cinta tanah air dan persatuan," ujar Wahidin.

Sementara itu, selama di Banten rombongan Kirab Satu Negeri akan berada di Banten hingga tanggal 17 Oktober mendatang. Setelah di Serang, tanggal 14 Oktober, rombongan Kirab akan menuju Kabupaten Pandeglang untuk bersilaturahmi dengan ulama besar Banten sekaligus Mustasyar PBNU KH Abuya Muhtadi, kemudian berziarah ke makam Abuya Dimyati. Setelah di Pandeglang, rombongan menuju Kabupaten Lebak untuk bersilaturahmi dengan masyarakat Baduy.

Di tanggal 15 Oktober, rombongan baru bergerak ke Tangerang. Sedangkan pada 16 Oktober akan ada diskusi dan doa lintas agama di Pemkot Tangerang. Sedangkan sore harinya di Tangerang Selatan digelar pawai. Dan, pada tanggal 17 Oktober, rombongan akan menuju ke Jawa Barat.
TIGARAKSA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Tangerang tak mau kecolongan terhadap sejumlah kemungkinan pelanggaran kampanye yang dilakukan calon legislatif (Caleg) dengan memanfaatkan media sosial.
Ketua Divisi Partisipasi Masyarakat KPU Kabupaten Tangerang Imron Mahrus mengatakan, untuk kampanye di media sosial, setiap akun yang dimiliki caleg maksimal 10 untuk setiap aplikasi. “Semuanya harus dilaporkan oleh masing-masing parpolnya,” kata Imron.
Dia menyatakan, terkait kampanye di medsos yang dilakukan para caleg, secara khusus tidak diatur. “Yang diatur adalah materi kampanyenya. Seperti tulisan, gambar, suara atau grafis,” terangnya.
Bahkan dalam PKPU Nomor 23 Tahun 2018 tentang kampanye, secara umum diatur terkait larangan dalam berkampanye. Yang dilarang di antaranya, mempersoalkan dasar negara Pancasila, UUD NKRI 1945, dilarang menghina atau hal lain yang berkaitan dengan unsur Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan (SARA). “Begitu juga jika ada caleg yang mempunyai website, maka parpol yang bersangkutan harus menyampaikannya juga ke KPU,” ujarnya.
Terpisah, Ketua Bawaslu Kabupaten Tangerang Andi Irawan menyatakan, pihaknya sampai saat ini terus melakukan pemantauan di medsos-medsos yang dimilik para caleg.
Sementara itu, Komisioner Bawaslu Tangsel Slamet Santosa juga menyatakan hal yang sama. Menurutnya untuk media sosial dibatasi 10 akun. ”Parpol yang harus membuat, calon legislatif (caleg) tidak boleh dan jumlahnya hanya 10 akun, tidak boleh lebih,” katanya di Kantor Bawaslu, Senin (1/10).
Sedangkan untuk menghindarkan pelanggaran pemasangan alat peraga kampanye (APK). Bawaslu melakukan rapat kordinasi yang dihadiri Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan perwakilan parpol. Sebab, pemasangan APK masih ditemukan adanya pelanggaran. Soalnya, pemasangan atribut hanya diperbolehkan oleh Parpol sedangkan caleg tidak diperkenankan.

SERANG – Partai politik (parpol) di Banten berkomitmen untuk menjaga Pemilu 2019 yang damai dan sejuk. Mereka siap menghindari kampanye hitam dan kekerasan. Komitmen itu disampaikan saat deklarasi damai di kabupaten kota di Banten, Minggu (16/9), yang diikuti partai, tokoh masyarakat, dan penyelenggara pemilu.
Di Kabupaten Serang, deklarasi damai diadakan di aula Hotel Swiss Bell, Kawasan Cikande Modern, Kecamatan Cikande. Komisioner KPU Kabupaten Serang Idrus mengatakan, parpol harus menggunakan etika berpolitik meski gesekan memanas saat kampanye nanti. Terutama saat pemasangan alat peraga kampanye. “Karena itu sangat sensitif. Kepada semua parpol harus menggunakan etika dalam berkampanye,” katanya saat sambutan.
Saat ini, kata dia, Kabupaten Serang masih kondusif. Tidak ada gesekan yang mengarah pada kekerasan. Ia berharap parpol terus menjaga suasana damai dan menaati aturan yang berlaku. “Ketika ada masalah kita musyawarahkan, tidak perlu diselesaikan di meja hijau. Kita selesaikan sambil santai di meja makan,” ujarnya.
Ketua Bawaslu Kabupaten Serang Yadi mengatakan, deklarasi damai kemarin bukan inisiatif satu pihak. Namun, semua pihak yang bersepakat menjaga pemilu yang sejuk. “Meski gesekan politik pada Pemilu 2019 cukup besar, tentunya saat penyelenggaraan pemilu kami berharap tertib. Sekalipun terdapat masalah di lapangan, itu bisa diselesaikan,” imbuhnya.
Kapolres Serang AKBP Indra Gunawan yang turut hadir mengatakan, akan menerjunkan personel di titik-titik rawan saat kampanye. “Kami akan petakan dulu titik-titik rawannya,” ujarnya.
Di Kabupaten Pandeglang, deklarasi damai dilakukan di depan gerbang pendopo. Bupati Irna Narulita dalam sambutannya kembali mengingatkan agar aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Pandeglang bersikap netral sehingga Pemilu 2019 berjalan bersih, aman, dan damai.
Irna mengaku telah mengeluarkan surat edaran kepada semua ASN di lingkungan Pemkab Pandeglang. “Saya sudah mengeluarkan surat edaran agar ASN bersikap netral. Jangan sampai ada pegawai yang terlibat politik praktis. Kami (Pemkab-red) sebagai pemerintah harus bisa menjaga netralitas supaya pemilu berjalan bersih, aman, dan damai,” katanya.
Kata Irna, bila ASN terlibat dalam politik praktis, akan menyebabkan pemerintahan terganggu karena pemikiran mereka terbagi. “Selain itu, ASN juga sudah disumpah jabatan agar tidak ikut berpolitik, ASN terikat dengan aturan. Kalau sampai ada yang melanggar, tentunya ada sanksinya,” katanya.
Di tempat yang sama, Ketua KPU Kabupaten Pandeglang Ahmad Suja’i meyakini, melalui deklarasi damai bisa mewujudkan pemilu yang aman. “Dalam tahapan kampanye yang panjang apa pun bisa saja terjadi. Tahapan kampanye kurang lebih selama 203 hari. Deklarasi ini diibaratkan kendaraan, semakin lama berjalan semakin panas, tetapi tidak sampai overheat. Nah, peran kita semua termasuk dari peserta pemilu yang harus memahami semua aturan yang berlaku,” katanya.
Sementara di Kabupaten Tangerang, deklarasi damai diinisiasi oleh DPD KNPI dan GP Ansor di Talaga Bestari, Kecamatan Cikupa. Kegiatan diikuti puluhan ormas, serikat pekerja, organisasi kepemudaan, MUI, dan tokoh masyarakat. Tidak mau ketinggalan, puluhan pramugari dan awak maskapai penerbangan Lion Air turut meramaikan deklarasi yang juga dihadiri Kapolresta Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif, Kasdim 0510 Trs Mayor Arh Agung Pujianto, komisioner KPU dan Bawaslu, serta Kepala Kesbangpol Kabupaten Tangerang Ahmad Hidayat.
Dalam deklarasi itu, peserta membubuhkan tanda tangan pada kain putih yang berisi pernyataan dukungan untuk Pemilu 2019 yang damai.
Ketua DPD KNPI Kabupaten Tangerang Adang Akbarudin mengatakan, deklarasi ini merupakan wujud kepedulian elemen masyarakat Kabupaten Tangerang agar suasana Pemilu 2019 berjalan kondusif. “Kami menolak segala bentuk isu SARA dalam pelaksanaan kampanye di Pemilu Presiden dan Wakil Presiden serta Pemilu Legislatif 2019 yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa,” terang Adang. Kata dia, siap bekerja sama dengan pihak kepolisian dan TNI untuk menciptakan pemilu damai. 
PKBNews - SERANG, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Banten gelar pelantikan pengurus PKB dan pembekalan bakal calon legislatif (Bacaleg) se-Provinsi Banten, di Hotel Ultima Horison Ratu, Kota Serang, Minggu (22/4/18).
Acara hari ini merupakan acra pelantikan DPW, dan Bacaleg Banten , sebelum Bacaleg diberikan pendidikan setelah itu kita kasih no urut , dan kalau masa pendidikanya kurang kapasitas, akan kita anulir no urutnya.
“Dari awal ada pendidikan yang kita laksanakan penugasan pada masyarakat dalam melakukan silaturahmi kepada masyarakat agar menyerap dari ulama kiyai para masyarakat
Seperti mengadakan simulasi kerja DPRD,” kata Ketua DPW PKB Ahmad Fauzi pada saat wawancara di acara Pelantikan DPW.
Anggota Bakal Calon Dewan harus siap dan mengetahui tugas pokok atau fungsi dari DPRD, jangan sampai nanti pada saat duduk di kursi dalam mengerjakan fungsi dan anggaran, serta pengawasan di legislatif itu yang kita hawatirkan.
“Target kursi 17 dari potensi sementara, kalau 10 kursi saya optimis, kalaupun
kelebihan calon kita akan kasih penugasan ojektif dan kitapun akan mengawal aktifitas tahapan itu,” ucapnya.
Sementara itu dengan bergabungnya mantan Walikota Cilegon, bahwa Partai PKB itu Partai terbuka diterima oleh Gusdur, Cakimin yang Nasional dan Relijius termasuk agama islam, dari agama apapun saya terima asalkan berasal dari Warga Indonesia dan sesuai dengan UU, dengan bergabungnya mantan Walikota Cilegon berarti Partai PKB, partai benar.
“Harapan kita Calon PKB harus sudah siap, paling tidak setelah dia duduk dia bisa berkerja dengan baik, ada dua hal pembekalan bagaimana mereka bisa memenangkan pertarungan
,dan ada juga pembekalan teknis menjadi anggota kemenangan DPRD,” harapnya. (Sunah)
BANTEN - Tokoh nasional A Muhaimin Iskandar hari ini akan menyampaikan orasi ilmiah di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang Banten, Rabu 21 Maret 2018.

Orasi tersebut bertepatan dengan pelaksanaan Wisuda Diploma III ke 34, Sarjana ke 45, dan Pascasarjana ke 22 kampus yang bertempat di The Royal Krakatau Hotel, Banten.

Dalam kesempatan itu, pria yang akrab disapa Cak Imin ini akan menyampaikan orasi ilmiah bertema “Merawat Kebhinekaan dalam Menjaga Keutuhan NKRI”.

Cak Imin akan memaparkan betapa pentingnya kebhinekaan tersebut di depan 900 wisudawan dan wisudawati dari 6 Fakultas dan 1 Pascasarjana Untirta.

Usai menyampaikan orasi ilmiah, Cak Imin lalu akan menghadiri tahlil dan doa untuk bangsa bersama sesepuh ulama Banten, Abuya KH Muhtadi Dimyati di Cidahu, Pandeglang.

Di lokasi ini Cak Imin juga akan melaunching Program Cerdaskan Yatim di SMP Tahfizul Quran al-Badar 2.
Dekan FKIP Untirta Aceng Hasani, Wakil Rektor Bidang Akademik Fatah Sulaeman, dan Rektor Untirta Sholeh Hidayat bersama perwakilan mahasiswa yang PPLK di Thailand.
SERANG – Universitas Sultan Ageng Tritayasa (Untirta) mengutus sepuluh mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) ke Thailand untuk menjalani program pengenalan lapangan kependidikan (PPLK) sekaligus melakukan penelitian untuk skripsi.

Sepuluh mahasiswa yaitu Rima Putri Sirait, Dinda Ayu Suhartinah, Dzikri Arie Ramadhan, Monica Hayati, Ghea Hafiizha Nazmi, Siti Anisah Aprianingsih, Yuliyanti Maulida, Desy Aulia Mariska, Bella Arista, dan Fujy Damayanti. Di Negara Gajah Putih itu, mahasiswa berkesempatan mengajar sejak 7 November 2017 lalu hingga 15 Maret 2018.

Mereka ditempatkan di tujuh sekolah berbeda, dengan jenjang pendidikan yang berbeda pula, di Provinsi Krabi dan Provinsi Nakhon Si Tammant. Ketujuh sekolah tersebut yaitu Santitham Mulniti Foundation School, Annuban Muslim Krabi School, Sabtivittaya School, Eakkapapsasanawich Islamic School, Anuban Jitjongrak School, Panteeptham Mulniti School Krabi, dan Lanta Ratprachautit 125 School.

Dekan FKIP Untirta Aceng Hasani menjelaskan, program PPLK di luar negeri merupakan tindak lanjut dari kerja sama antara Untirta dengan Association of Private Islamic School, sebuah lembaga sekolah muslim swasta di Thailand.

Menurut Aceng, selain untuk meningkatkan kualitas dan wawasan mahasiswa, program tersebut merupakan upaya Untirta untuk Go ASEAN. “Ini menuju Akreditasi ASEAN. Setelah akreditasi secara nasional sudah tertinggi, yaitu A, kita berkeinginan untuk Akreditasi ASEAN. Syukur-syukur bisa sampai internasional,” papar Aceng kepada awak media di kampus Untirta, Pakupatan, Kota Serang, setelah mendampingi Rektor Untirta Sholeh Hidayat menyerahkan penghargaan kepada 10 mahasiswa tersebut, Senin (19/3).

Menurut Aceng, sebagai fakultas yang melahirkan tenaga kependidikan, FKIP Untirta terus berupaya melakukan inovasi agar bisa lahir tenaga kependidikan yang  profesional dan berkualitas.

Di Thailand, mahasiswa mengaku mendapatkan banyak pelajaran berharga yang bisa menjadi bekal bagi mereka untuk sepenuhnya terjun di dunia pendidikan.

“Mereka mengetahui bagaimana perbandingan pendidikan antara di negara kita dan di sana (Thailand). Ternyata, pendidikan kita di mata orang Thailand sangat bagus, metode yang menurut kita biasa, di sana beeh (angkat dua jempol tangan),” ujar Aceng.

Sepuluh mahasiswa tersebut, lanjut Aceng, merupakan rombongan pertama yang dikirim ke luar negeri untuk menjalankan program PPLK sekaligus penelitian. Selain Thailand, negara ASEAN lain yang menjadi tujuan lokasi PPLK dan penelitian seperti Singapore dan Malaysia.

“Di Thailand pun nanti tidak hanya di dua provinsi itu saja, tapi kita lihat dulu kondisi daerahnya, aman atau tidak,” paparnya.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Dodi Firmansyah menambahkan, tindak lanjut dari program itu, tahun ini akan ada sejumlah warga negara Thailand yang akan mendapatkan beasiswa kuliah di Untirta.

“Ini juga menjadi bagian dari syarat Akreditasi ASEAN. Harus ada mahasiswa dari negara ASEAN yang kuliah di Untirta,” tuturnya.

Target Akreditasi ASEAN sendiri, dijelaskan Dodi, tidak dalam waktu dekat karena perlu persiapan panjang untuk mewujudkan cita-cita tersebut.

Salah satu mahasiswa yang berkesempatan ke Thailand, Rima Putri Sirait, menuturkan, banyak pengalaman berharga yang didapatkan bersama teman lainnya selama empat bulan di sana.

“Kami dipisah, ada yang sendiri ada yang berdua, ada yang ngajar TK, SD, SMP, ada juga SMA,” tuturnya.

Selama di Thailand, Rima mengaku banyak belajar soal metode mengajar. Diakui mahasiswi jurusan Pendidikan Bahasa Inggris tersebut, bahasa menjadi kendala utama dirinya menjalani program PPLK.

“Memang ada pelajaran bahasa Melayu di sana, tapi karena sejak kecil menggunakan bahasa Thailand, jadi mereka tidak bisa Melayu,” katanya.

Kondisi itu diperparah dengan kemampuan bahasa Inggris di lokasi PPLK yang belum baik sehingga para mahasiswa yang PPLK harus menggunakan bahasa tubuh.

“Selama dua bulan kita gunakan bahasa Inggris yang biasa saja, ditambah dengan bahasa tubuh. Kita pun terus belajar bahasa Thailand menggunakan aplikasi smartphone yang ada,” katanya.

Saat ini, dirinya bersama kesembilan temannya sudah mampu berbahasa Thailand. Bahkan bersama tiga temannya, Rima mengaku mendapatkan tawaran mengajar di sana.

Terkait dua provinsi yang menjadi lokasi PPLK merupakan dua daerah yang banyak ditinggali muslim. Namun tetap ada sejumlah siswa yang bersekolah dari kalangan non-muslim.

SERANG – Jumlah peserta seleksi calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) belum memenuhi target minimal jumlah peserta. Hingga akhir pendaftaran kemarin, Senin (12/3) pendaftar mencapai 25 orang, sedangkan targetnya 40 peserta.

Akibat kondisi itu, Tim Seleksi calon anggota KPU kabupaten/kota memperpanjang masa pendaftaran untuk calon anggota KPU Kota Cilegon dan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) hingga 20 Maret 2018. 

“Sesuai peraturan KPU bisa diperpanjang selama satu minggu. Kita konsultasi dulu berapa hari kita diberikan untuk perpanjangan pendaftaran,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui telepon, Selasa (13/3).

Dijelaskan Suwaib, pihaknya berharap dengan diperpanjangnya masa pendaftaran dapat memenuhi kuota yang disyaratkan dalam aturan KPU. “Insya Allah kita target bisa sampai 30 pendaftar untuk dua daerah itu,” jelasnya.

Dijelaskan Suwaib, dalam proses pendaftaran, banyak peserta mendaftar jelang akhir masa pendaftaran. Beberapa diantaranya bahkan melewati jam yang telah ditetapkan.

“Kan terakhir jam 4 sore, tapi karena suatu halangan, misalnya karena terjebak macet atau jarak yang jauh yang dari Tangerang, Pandeglang, ada yang lewat dari jam itu. Kita gunakan asas kemanusiaan saja, kan sudah jauh datang untuk mendaftar.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Tim Seleksi Calon Anggota KPU kabupaten kota, pendaftar seleksi untuk KPU Kota Cilegon sebanyak 23 orang. Sedangkam tiga daerah lainnya, Kabupaten Pandeglang sebanyak 72 orang, Kabupaten Tangerang sebanyak 53 orang, dan Tangerang Selatan 25 orang.

“Cilegon memenuhi syarat karena anggota KPU terbaru hanya tiga orang,” ujar Sekretaris Timsel Calon Anggota KPU kabupaten kota Maman Suherman saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Senin (12/3).

Mengacu pada tahapan seleksi yang telah disusun Timsel, setelah pendaftaran ini, hingga 20 April timsel akan meminta tanggapan masyarakat. Seiring dengan proses tersebut, timsel pun akan melakukan tahapan lain seperti penelitian administrasi peserta pada 5 hingga 15 Maret, rapat penetapan calon anggota yang lolos tahap administrasi pada 16 Maret, dan mengumumkan peserta yang lolos tersebut pada 19 hingga 21 Maret.

Peserta yang lolos tahap administrasi akan mengikuti tes tulis pada 26 Maret. Pada hari itu juga akan diumumkan hasil tes tersebut.

“27 Maret hingga 29 Maret akan dilakukan tes psikologi, hasilnya akan diumumkan pada tanggal 3 hingga 5 April. Setelah itu, pada tanggal 6 nya hingga tanggal 12, peserta akan menjalani tes kesehatan,” papar Suwaib.

Berselang empat hari, peserta akan mengikuti tes wawancara hingga 19 April, dan hasil tes tersebut beserta tes kesehatan akan diumumkan pada 21 April hingga 25 April.

“Pada tanggal 2 hingga 28 April timsel akan melaporkan nama calon anggota KPU kabupaten kota ke KPU RI,” tuturnya.
SERANG – Pondok Pesantren An Nawawi Tanara menginisiasi gerakan pembangunan ekonomi dari pesantren melalui Koperasi Mitra Santri Nasional (KMSN) dan Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Umat (LPEU).

Inisiasi gerakan pembangunan ekonomi tersebut dipimpin langsung oleh Pendiri Pondok Pesantren An-Nawawi Tanara, Kiai Haji Ma’ruf Amin. Rencananya, peluncuran gerakan itu akan dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo, di Ponpes An Nawawi Tanara, Kabupaten Serang, Rabu (14/3).

“Gerakan ini tidak ujug-ujug (tiba-tiba) ada. Ini sudah digelorakan kyai Ma’ruf sejak lama. Secara konseptual dan kodifikasi hukum, kyai memulainya sejak tahun 90-an. Saat itu beliau mendorong lahirnya perbankan dan lembaga keuangan syariah. Kemudian, sejak didaulat menjadi Rais Aam PBNU, beliau menggelar halaqah keliling daerah se Indonesia. Para kyai Syuriah NU dari tingkat Wilayah, Cabang, hingga Ranting NU diajak berdialog, untuk memetakan persoalan keummatan, sekaligus mendorong para kyai untuk bangkit menata kembali perekonomian umat dari berbagai sektor,” papar Ketua Panitia Grand Launching Pemberdayaan Ekonomi Umat, Uday Abdurrahman, melalui keterangan resmi, Selasa (13/3).

Upaya pemberdayaan ekonomi umat tersebut, kata uday, tak bisa dilakukan sendirian atau hanya sekelompok tokoh. Karena itu, Kiai Ma’ruf mendorong pemerintah, tokoh agama dan para pengusaha untuk bersinergi mengintegrasikan komitmen dalam pemberdayaan ekonomi umat. “Kiai menyebutnya sebagai arus baru ekonomi Indonesia,” tandasnya. 

Gerakan Kiai Ma’ruf Amin, yang kini menjabat Rais Aam PBNU sekaligus Ketua Umum MUI itu, menurut Uday, bukan tanpa rintangan. Banyak pihak yang awalnya skeptis bahkan mencibir. 

“Tapi beliau selalu bilang, yang penting kita bergerak saja. Nanti kalau sudah terlihat hasilnya, yang lain pun akan ikut bergerak. Sebab di pesantren, kita diajarkan bahwa alharakah, barakah. Pergerakan akan berbuah berkah,” imbuhnya. 

Saat ini, meski belum genap setahun dibentuk, KMSN dan LPE yang baru beranggotakan 25 pesantren di seluruh Indonesia itu, telah bergerak di sejumlah sektor bisnis, yakni sektor jasa keuangan; ritel; budidaya pertanian, perikanan dan peternakan serta sektor jasa. 

“Jadi pesantren anggota KMSN ini akan jadi percontohan gerakan pemberdayaan ekonomi umat. Kita sudah bekerjasama dengan Leumart di sektor ritel, REI di sektor properti, C-Farming IPB untuk pengembangan udang windu dan Asosiasi Petani Jagung Indonesia (APJI) untuk produk pertanian dan olahan jagung. Dengan REI kita akan membuat desa wisata dan rest area di Malang, Martha thilaar juga kemarin mengajak kerjasama untuk pengembangan spa dan hotel syariah,” paparnya. 

Ketua Umum KMSN, Sholahuddin menambahkan, untuk olahan jagung yang dikembangkan di tiga pesantren di Lamongan, produksinya kini telah menembus pasar Malaysia dan Negara-negara Timur Tengah. 

Sholah berharap, ke depan KMSN tak hanya melibatkan 25 pesantren di Indonesia, yang kini sudah bergerak, tapi juga bisa mengajak ribuan pesantren, pengelola masjid, majlis ta’lim, kampus, hingga organisasi kemasyarakatan di tingkat desa. Pesantren yang memiliki lahan agak luas diajak mengembangkan produk pertanian sehat, perkebinan, peternakan dan perikanan. akan didorong mengembangkan produknya. “Saat ini yang sudah berjalan budidaya jagung di pesantrresantren Nurul Huda, Kuningan, di Serang, Lamongan 3 pesantren, di Bangka Belitung dan Kalimantan Timur dengan KTNA Kaltim. Kita juga kerjasama dengan C-Farming IPB untuk pengembangan udang windu di kepulauan seribu,” paparnya. 

Pasca Grand Launching di Penata, pihaknya juga merencanakan untuk membuka outlet atau ritel Leumart di 50 Pesantren di Jawa Timur. 

“Ke depan kita kembangkan leumart ini di tiap kota 50 outlet atau ritel, bekerjasama dengan pesantren, masjid, kampus, ormas atau majlis ta’lim. Pengembangan pupuk hayati, yang memproduksi banyak pupuk untuk produk perranian sehat, ada green kopi, olahan jagung dari eskrim, kerupuk, puding dan lain-lain. Di Lamongan sudah jalan, bahkan sudah eksport ke malaysia. Kedepan kita bermitra bisa dengan umkm, kelompok tani, bahkan personal,” paparnya.
KONSTALASI politik di Pilkada Kota Serang memang agak sedikit berbeda dengan pilkada di tiga daerah lainnya di Provinsi Banten yang juga digelar serentak pada 2018 (Kabupaten Lebak, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang). Berbagai faktor menjadikan Pilkada Kota Serang tidak mudah dibaca. Berbeda dengan Pilkada di tiga daerah lainnya tersebut, calon pemenangnya sudah bisa ditebak.

Sosok kandidat di Pilkada Kota Serang memang menjadi faktor penentu kemenangan. Sementara diketahui, kontestasi Pilkada Kota Serang diikuti tiga pasangan calon Wali Kota-Wakil Wali Kota. Pertama adalah pasangan calon nomor urut 1 (Vera Nurlaela-Nurhasan). Kedua, pasangan nomor urut 2 (Samsul Hidayat-Rohman), dan ketiga, pasangan calon nomor urut 3 (Syafrudin-Subadri).

Dengan tiga pasangan tersebut, Pilkada Kota Serang memberikan tiga pilihan kepada masyarakat. Itu menjadi 'PR' yang harus dipecahkan oleh kandidat maupun oleh tim pemenangannya. Begitu juga bagi masyarakat, harus kepada siapa memberikan kepercayaan.

Diketahui, jumlah pemilih terdaftar di Pilkada Kota Serang tercatat ada sebanyak 455.291 orang (Data Maret 2017). Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi sikap pemilih di Kota Serang. Yang utama, tentu soal popularitas dan kredibiltas kandidat.

Namun ada factor lain yang mempengaruhi keterpilihan dalam pilkada, yaitu ikatan kekerabatan dan manfaat ekonomi yang bersifat langsung dirasakan masyarakat (suatu pemberian misalnya). Untuk di Kota Serang, sentiment kedaerahan juga nampaknya masih terasa dan kemungkinan akan ikut memberi pengaruh terhadap sikap pemilih. Adapun pengaruh ketokohan informal seperti kiai dan ustaz, cenderung mengalami penurunan.

Dalam Pilkada Kota Serang 2018, harus diakui bahwa kans pasangan calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Serang nomor urut 1, Vera Nurlaela-Nurhasan cukup besar. Hal ini mengingat suami Vera adalah ‘incumbent’ (Wali Kota Serang Tb Haerul jaman). Ditambah lagi, Vera-Nurhasan didukung delapan partai politik, yakni Partai Golkar, PDIP, Partai Demokrat, Partai Gerindra, PBB, PKB, PKPI, dan Partai NasDem, sehingga peluang pasangan ini dirasa cukup besar.

Namun ada satu kelemahan dari Vera. Dipilihnya Nurhasan sebagai wakil Vera menimbulkan banyak kekecewaan, terutama di kalangan partai politik pendukung. Pasangan Vera-Nurhasan dianggap sama sekali tidak merepresentasikan kekuatan unsur ‘representasi dukungan parpol’, yang merupakan sebuah keseimbangan geopolitik. Bisa saja, mesin parpol pendukung di koalisi tidak bergerak.

Namun, banyaknya parpol yang merapat dalam koalisi Vera-Nurhasan, telah menunjukkan betapa pasangan tersebut memiliki kekuatan (kekuatan ‘pragmatis’ salah satunya).

Pasangan calon nomor urut 3, Syafrudin-Subadri yang didukung empat parpol yakni PPP, PKS, PAN, dan Hanura, merupakan pesaing terberat Vera-Nurhasan. Pasangan tersebut menjadi kekuatan baru yang cukup representatis sebagai penantang koalisi besar Vera-Nurhasan.

Maka itu, tidak berlebihan apabila pasangan Syafrudin-Subadri yang dikenal dengan tagline ‘Aje Kendor’, diprediksi akan menjadi kompetitor terberat Vera-Nurhasan. Kombinasi birokrat dan politisi yang menempel di Syafrudin-Subadri, menjadikan pasangan ini berpeluang di Pilkada Kota Serang 2018. Terlebih lagi, pasangan ini memiliki keunggulan basis konsituen PKS yang dikenal loyal dan militan.

Namun pasangan Syafrudin-Subadri kurang memiliki chemistry dengan partai pengusung. Pascadeklarasi dan penetapan oleh KPU, pasangan tersebut terlihat kurang terkoordinasi dengan parpol pengusung. Ini bisa menjadi kelemahan.

Sementara yang terakhir adalah pasangan nomor urut 2, yakni Samsul Hidayat-Rohman yang maju dari jalur perseorangan. Saya pikir jalur perseorangan masih jauh dari harapan, bahkan kurang diminati masyarakat dalam setiap kontestasi pemilihan.

Persepsi dikotomi antara calon independen versus calon yang diusung parpol nampaknya tidak bisa dipungkiri. Hal ini bisa kita pelajari dari nasib-nasib yang dialami calon independen di setiap kontestasi pemilihan kepala daerah. Jarang sekali peluang kemenangan berpihak pada calon independen. Apalagi, pasangan calon independent di Pilkada Kota Serang 2018 (Samsul-Rohman) belum dikenal masyarakat.

Itulah pemetaan peluang dari tiga pasangan calon di Pilkada Kota Serang 2018, meskipun itu bukan sebagai penilaian akhir. Mungkin masih banyak kelebihan dan kekurangan lain yang bisa dicermati. Bahkan, bukan tidak mungkin para kandidat di atas memiliki peluang yang sama untuk mengisi kursi ‘Nomor Satu’ di Kota Serang. Tentunya, penilaian (pilihan) akhir ada di tangan warga Kota Serang.

Apatisme Warga dan ‘Pilkada Tanpa Pesta’

Sama dengan pelaksanaan pilkada di tiga daerah lain di Banten, pesta demokrasi lima tahunan di Kota Serang juga nampak sepi. Hari pencoblosan tinggal beberapa bulan lagi (27 Juni 2018), tetapi animo masyarakat masih kurang bunyi. Atas dasar itu, saya menyebutnya Pilkada Kota Serang ini adalah ‘Pilkada Tanpa Pesta’.

Mengapa disebut ‘Pilkada Tanpa Pesta’? Lihat saja, di mana-mana tidak terlihat hiruk pikuk dan kemeriahan yang menunjukkan Kota Serang sedang mengadakan pesta demokrasi. Spanduk atau baliho yang berisi ajakan menggunakan hak pilihpun relatif tidak terlihat.

Justru gaung Pilkada Kota Serang 2018 kalah dengan persiapan para caleg menjelang Pemilu Legislatif dan para kandidat menjelang Pemilihan Presiden 2019. Gambar bakal calon presiden dan bakal calon wakil presiden, sudah bertebaran di mana-mana.

Berkaitan dengan itu, ada beberapa kritik yang ingin saya sampaikan:
Pertama, Pilkada Kota Serang menjadi sepi karena tidak ada calon/kandidat yang dianggap mampu menghadirkan perubahan dan perbaikan untuk daerah. Kapabilitas dan kompetensi calon kepala daerah pun terlihat ‘biasa saja’. Semua pasangan calon tidak memiliki sesuatu yang berbeda yang bisa dijadikan daya tarik bagi pemilih.

Kedua, tidak ada calon/kandidat yang menonjol dan menjadi magnet perubahan. Semua calon hanya menampilkan kampanye yang bersifat sloganistik melalui atribut sosialisasi. Paling hebat dan ramai pun hanya saat pengerahan massa/arak-arakan. Seharusnya, kandidat/calon itu terjun langsung menemui masyarakat, melakukan tatap muka dengan kelompok-kelompok kecil, berdialog, menyerap aspirasi, dan menawarkan konsep kebijakan yang nyata dan rasional.

Publik tentunya berharap para kandidat kepala daerah berani mengeluarkan ide dan program pembangunan daerah ke depan. Sebab, seluruh rakyat (termasuk saya) berharap, pilkada bisa memunculkan pemimpin yang bukan semata-mata mencari kekuasaan. Namun kita lihat hari ini, pergantian kepemimpinan daerah melalui Pilkada tidak lebih dari sekadar seremonial belaka.

Pada dasarnya, para calon kepala daerah dipilih dan terpilih dengan ide-idenya, dan ketika terpilih nanti harus bisa melaksanakan semua idenya. Peran masyarakat dalam setiap pilkada menjadi penting. Masyarakat harus benar-benar menilai dan mengetahui track record (rekam jejak) seorang calon kepala daerah, sehingga yang dipilih nanti adalah kepala daerah yang memiliki kualitas, jujur dan berintegritas.

Berlanjut ke pembahasan ‘Pilkada Tanpa Pesta’. Bahwa masyarakat saat ini hanya sebagai penonton saja, tidak lebih. Penyelenggara tidak melibatkan peran aktif masyarakat untuk memeriahkan pelaksanaan pilkada. Tentunya hal ini dikhawatirkan berimbas terhadap tingkat kepedulian masyarakat untuk memberikan hak suara, termasuk kepedulian masyarakat terhadap pemerintah yang memimpin nanti.  Dengan begitu, antipati masyarakat terhadap penyelenggaran pilkada, termasuk kepada pemerintah sudah terbangun sejak awal.

Seperti kita ketahui, biasanya yang membuat ramai pemilu itu adalah relawan dan simpatisan. Akan tetapi kali ini (Pilkada Kota Serang 2018) benar-benar sepi. Kreativitas relawan dalam menyampaikan dukungannya pun tidak terlihat, sehingga pilkada ini benar-benar semakin sunyi.

Aturan KPU yang melarang peserta pilkada memasang sendiri alat peraga seperti baliho, spanduk dan umbul-umbul, juga merupakan kemunduran berdemokrasi. Tanpa adanya baliho pasangan peserta pilkada di lokasi umum, maka pesta demokrasi sudah tak ada lagi. KPU telah sengaja melakukan pembelengguan demokrasi. Padahal sejatinya, demokrasi itu identik dengan hingar bingar, gegap gempita dan suka cita dari masyarakat. Namun, ketika itu tak ada sama sekali maka demokrasi tak ada arti.

Kita mengkhawatirkan, ‘Pilkada Tanpa Pesta’ ini semakin membuktikan masyarakat tidak tertarik dengan pilkada. Masyarakat bisa bersikap apatis, masa bodo, karena menganggap ikut berpartisipasi dalam pilkada, tidak ada gunanya. Toh kepala daerah (gubernur/bupati/wali kota) yang terpilih tidak akan membuat perubahan terhadap kehidupan mereka.

Publik melihat pilkada serentak tidak bisa melahirkan pemimpin yang dapat mengangkat kesejahteraan mereka. Para kandidat yang maju di pilkada dilihat hanya sekadar melakukan pencitraan dan kepentingan partai pengusung serta kelompoknya saja.

Namun semua harus terselenggara dan pilkada tetap berjalan. Yang terpenting sekarang adalah masyarakat bisa menyambut dengan riang gembira pelaksanaan pilkada. Terlebih lagi, pemilik kedaulatan tertinggi di Pilkada adalah rakyat. Jadi sudah seharusnya rakyat ikut merasakan senang dengan adanya pilkada. Untuk itu, aturan dan batasan-batasan kampanye yang ditetapkan KPU harus dirubah atau diperbaiki. Jangan terlalu kaku, sehingga masyarakat bisa menikmati pesta demokrasi.

Adapun untuk menghilangka rasa apatis masyarakat terhadap Pilkada, kandidat yang terpilih nanti harus benar-benar kerja, menunjukkan berprestasi, meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerahnya, mengurangi angka pengangguran, meningkatkan pertumbuhan investasi sampai dengan terwujudnya kesejahteraan di masyarakat.

Penulis, Eko Supriatno (Akademisi Universitas Mathlaul Anwar, Kabupaten Pandeglang)
Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) foto bersama dengan SRIPECI (Srikandi Sahabat Pendukung Cak Imin) di Lebak, Banten, Minggu (11/2). (Foto: Istimewa)

LEBAK - Kunjungan Panglima Santri Nusantara Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) ke Kabupaten Lebak dalam rangka menghadiri peresmian Museum Multatuli dimanfaatkan oleh Pasukan Hijau Sahabat Pendukung Cak Imin (SAPECI) untuk silaturahim dan berdiskusi langsung dengan Cak Imin dan rombongan.

Kedatangan Cak Imin langsung disambut oleh SRIPECI (Srikandi SAPECI) di Hotel Katineung. Keakraban para pendukung bersama Cak Imin semakin terlihat saat Ketua Umum PKB itu meluangkan waktu untuk foto bersama.

"Kami ikut terlibat dengan para Fungsionaris DPC PKB Lebak sejak semalam tadi untuk membantu merapikan atribut serta beberapa spanduk menyambut kedatangan Cak Imin," Ungkap Musa, Sekretaris Umum SAPECI.

Sebelumnya, Cak Imin dijadwalkan akan berkunjung ke Sekretariat SAPECI. Namun, pasca menghadiri acara peresmian Museum Multatuli, agenda tersebut dibatalkan karena terganjal jadwal yang padat.

"Saya mengapresiasi Kehadiran Cak Imin dalam rangka ikut meresmikan museum Multatuli, legenda Lebak yang Menasional Eduard Douwes Dekker (Multatuli) mampu menyedot perhatian Cak Imin untuk datang ke Lebak. Padahal tokoh bangsa lain banyak yang berharap diundang," ungkap Ketua SAPECI, Arwan.