Showing posts with label Tsunami selat sunda. Show all posts
Showing posts with label Tsunami selat sunda. Show all posts
PKB Gelar Tahlil untuk Herman Seventeen dan Korban Tsunami Anyer

PKB Gelar Tahlil untuk Herman Seventeen dan Korban Tsunami Anyer

JAKARTA - Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) menggelar tahlil dan doa untuk salah satu kader dan Calon Anggota Legislatif (Caleg) PKB Herman Sikumbang atau Herman Seventeen di Kantor DPP PKB, jalan Raden Saleh I no.9, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu, 23 Desember 2018. Tahlil dan doa yang dihadiri puluhan jamaah dipimpin oleh KH. Saifulloh Ma`shum. 
Selain itu, hadirin juga mendoakan para korban Tsunami di Pantai Anyer, Kabupaten Pandeglang, Banten dan Lampung Selatan. Herman Seventeen bersama grup Band Seventeen turut menjadi korban Tsunami Pantai Anyer saat menggelar konser di Tanjung Lesung Veach Resort, Anyer. 
Selain Herman, personel Seventeen yang menjadi korban m3ninggal dunia adalah Bani (Bassis), dan salah satu krew Seventeen. Sementara, Vokalis Seventeen Ifan selamat. 
Menurut keterangan Humas BNPB via akun Twitter resminya, hingga pukul 18.00 WIB tadi kprban meninggal mencapai 222 orang. 
Kemudian, sebanyak 843 orang luka-luka dan 28 orang hilang. Selain itu juga sejumlah wilayah mengalami kerusakan berat. 

sumber. radarbangsa.com

Korban Tewas Tsunami Selat Sunda Jadi 222 Orang, 843 Orang Luka
Hasil gambar untuk tsunami selat sunda


Jakarta - Jumlah korban tewas tsunami di Selat Sunda kembali dilaporkan bertambah. Saat ini dilaporkan korban tewas diketahui menjadi 222 orang. 
 
"Jumlah korban dan kerusakan akibat tsunami yang menerjang wilayah pantai di Selat Sunda terus bertambah. Data sementara yang berhasil dihimpun Posko BNPB hingga Minggu 23/12/2018, pukul 16.00 WIB, tercatat 222 orang meninggal dunia, 843 orang luka-luka, dan 28 orang hilang," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Minggu (23/12/2018). 

Sutopo menjelaskan, update terbaru sebanyak 556 unit rumah rusak, 9 unit hotel rusak berat, 60 warung kuliner rusak, serta 350 kapal dan perahu rusak. 

"Tidak ada korban warga negara asing. Semua warga Indonesia. Korban dan kerusakan ini meliputi di 4 kabupaten terdampak, yaitu di Kabupaten Pandeglang, Serang, Lampung Selatan, dan Tanggamus," ujar Sutopo. 

Menurut Sutopo, jumlah korban diperkirakan akan terus bertambah. Terutama karena belum semua lokasi bisa dijangkau dan didata.

"Jumlah ini diperkirakan masih akan terus bertambah karena belum semua korban berhasil dievakuasi, belum semua puskesmas melaporkan korban dan belum semua lokasi dapat didata keseluruhan. Kondisi ini menyebabkan data akan berubah," jelas Sutopo.

Berikut ini rincian lokasi penemuan korban tewas dan luka hingga hilang:

1. Kabupaten Pandeglang
Sebanyak 164 orang meninggal dunia, 624 orang luka-luka, 2 orang hilang. Kerusakan fisik meliputi 446 rumah rusak, 9 hotel rusak, 60 warung rusak, 350 unit kapal dan perahu rusak, serta 73 kendaraan rusak. Daerah yang terkena dampak berada di 10 kecamatan. Lokasi yang banyak ditemukan korban adalah di Hotel Mutiara Carita Cottage, Hotel Tanjung Lesung, dan Kampung Sambolo.
 
2. Kabupaten Serang
Sebanyak 11 orang meninggal dunia, 22 orang luka-luka, dan 26 orang hilang. Kerusakan bangunan masih dilakukan pendataan.
3. Kabupaten Lampung Selatan
Tercatat 48 orang meninggal dunia, 213 orang luka-luka, dan 110 rumah rusak.
 
4. Kabupaten Tanggamus
Terdapat 1 orang meninggal dunia.

"Alat berat dikerahkan membantu evakuasi. Saat ini sedang bekerja 5 unit ekskavator, 2 unit loader, 2 unit dump truck, dan 6 unit mobil tangki air. Bantuan alat berat akan ditambah. Jumlah pengungsi masih dalam pendataan," papar Sutopo.