Showing posts with label Cak Imin Cawapres 2019. Show all posts
Showing posts with label Cak Imin Cawapres 2019. Show all posts
Jakarta - Wakil Ketua MPR RI Abdul Muhaimin Iskandar berharap tidak ada tindakan atau kecurangan yang bisa mencederai pilkada serentak 2018. Dia menegaskan, momentum pesta demokrasi ketiga yang akan diselenggarakan di Indonesia ini perlu dijaga oleh seluruh elemen bangsa.

"Kejujuran penyelenggara, sikap saling menghargai walaupun berbeda pilihan, dan partisipasi aktif masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya merupakan hal yang wajib dijaga dalam proses demokrasi," ujar politisi yang akrab disapa Cak Imin dalam keterangan tertulisnya, Minggu (24/6/2018).
Penyelenggara pemilu yang bertugas sebagai wasit dalam pilkada serentak haruslah menjaga netralitasnya. Hal tersebut diperlukan untuk menjaga kualitas demokrasi yang sedang dibangun.

"Terutama penyelenggara pemilu dari tingkat bawah sampai pusat harus menjaga netralitasnya agar pilkada serentak semakin menjadi berkualitas," ungkapnya.

Selain netralitas penyelenggara, Cak Imin juga berharap partai politik mampu memberikan pendidikan politik yang baik bagi masyarakat. Dengan demikian, partisipasi politik masyarakat bisa semakin meningkat.
"Salah satu ukuran keberhasilan dalam demokrasi adalah tingginya partisipasi masyarakat. Dan ini adalah tugas dari partai politik untuk memberikan pendidikan politik untuk masyarakat," tandasnya.

Tiga hari lagi, tepatnya pada Rabu (27/6/2018), pilkada serentak akan diselenggarakan di 171 daerah di Indonesia yang meliputi 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten.

Jakarta - Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) terus bergerak menuju Pilpres 2019. Cak Imin bahkan sudah mendirikan posko pemenangan 'JOIN', singkatan dari Jokowi-Cak Imin.

Selasa (10/4/2018) ini, Cak Imin meresmikan Posko JOIN di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Pria yang juga menjabat Wakil Ketua MPR RI ini telah meresmikan tiga posko dalam kurun kurang dari 7 hari.

Dua posko sebelumnya bernama Posko Cinta, yang didirikan di Ciputat, Tangerang Selatan. Satu posko lainnya ada di Gunungsugih, Lampung Tengah.
Cak Imin optimistis dirinya bakal berduet bersama Jokowi pada Pilpres 2019. Saat memberikan orasi politik di depan kiai dan ulama se-Provinsi Lampung, Cak Imin berujar JOIN akan melanggeng mulus ke Istana pada 2019.

"Jika aspirasi bawah yang mendorong pasangan Jokowi-Muhaimin jadi terlaksana pada pilpres mendatang, saya yakin tidak akan terbendung," kata Cak Imin dalam siaran pers yang diterima, Selasa (10/4) hari ini. Hal tersebut disampaikan Cak Imin di Pondok Pesantren Tribakti Al Ikhlas di Lampung Tengah, Senin (9/4) kemarin.
Cak Imin mengatakan posko JOIN dan Cinta diharapkan dapat dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi dari masyarakat bawah. Dengan adanya posko tersebut, Cak Imin yakin tak ada lagi persoalan di tengah-tengah masyarakat yang luput dari perhatian pemerintah.

Muhaimin Iskandar atau Cak Imin saat peresmian Posko Cinta di Tangerang Selatan, Banten, Jumat (6/4/2018). Foto/Istimewa
JAKARTA - Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau  Cak Imin meresmikan Posko relawan Cak Imin Untuk Indonesia (Cinta) di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (6/4/2018).

Posko Cinta dibuat tim relawan Cak Imin untuk menyukseskan langkah Cak Imin sebagai calon wakil presiden (cawapres) pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019.

"Jujur saya sangat surprise dan berterima kasih. Ini bagian dari teman-teman yang ingin membawa saya lebih dekat dengan masyarakat. Tentu ide ini patut didukung," ujar Cak Imin.

Dia menuturkan, Posko Cinta nantinya memiliki tiga fungsi. Pertama, menjadi penampung anak muda yang butuh tempat untuk berkreasi. Kedua, menjadi sarana berkomunikasi seluruh lapisan masyarakat.

"Ketiga, ini yang paling penting, tangkap seluruh persoalan di masyarakat yang tidak terdeteksi dan tangkap," tuturnya.

Sebagai informasi, Posko Cinta merupakan posko relawan pertama yang diresmikan oleh Cak Imin.

Dia mengungkapkan Posko Cinta dan PKB memiliki tujuan sama, yakni menjadi tempat yang dapat menampung persoalan yang ada pada masyarakat, baik dalam hal pemerintahan, politik, sosial ataupun masalah lainnya.

"Posko itu bisa menjadi lebih bermanfaat lagi, sehingga kehadiran posko ini bisa menjadi tempat masyarakat mengadu, selain masalah politik, ada masalah kemasyarakatan, sosial, narkoba, kita tampung di sini," Ucap Wakil Ketua MPR itu.

Dia juga menekankan pentingnya keterlibatan anak muda dalam sebuah kehidupan politik. Oleh karena itu dia mengimbau agar Posko Cinta dapat menjadi sarana pemacu untuk mengembangkan kreativitas anak muda.

"Anak muda Indonesia ayo bareng-bareng jangan jauhi politik, politik itu menentukan masa depan. Warna politik bagus atau jelek itu tergantung kalian anak muda. Tolong dibenahi," tuturnya.

Sementara itu, Koordinator Posko Cinta, Ina Hardianto tidak menyangka idenya membuat posko tersebut mendapat sambutan positif dari Cak Imin. "Saya senang posko langsung diresmikan Cak Imin, calon wakil presiden.  Jujur saya grogi, " ucapnya.

Sowan Buya Syafii, Cak Imin Bicara Teka-teki Siapa Capresnya
Sleman - Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sowan ke kediaman mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Ahmad Syafii Maarif atau Buya Syafii. Cak Imin minta doa restu dari Buya Syafii untuk maju sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2019. Dia pun sempat menyinggung gambaran peta koalisi termasuk siapa sosok calon pasangannya sebagai calon presiden.

"Semua koalisi masih mungkin, karena semuanya masih cair. Tinggal kita tunggu kira-kira sebulan ini kristalisasi," kata Cak Imin, seusai bertemu dengan Buya Syafii, Minggu (1/4/2018).

Pertemuan Cak Imin dengan Buya Syafii berlangsung tertutup selama sekitar satu jam, di kediaman Buya di Perumahan Nogotirto, Kecamatan Gamping, Sleman.

Cak Imin mengaku PKB secara kelembagaan partai masih membuka keran komunikasi dengan seluruh parpol peserta Pemilu 2019. Belum ada keputusan apapun. Cak Imin menyebut sejauh ini PKB sebagai partai politik bagian dari koalisi pemerintah, masih konsisten mendukung Joko Widodo sebagai capres 2019.

"Semua masih cair, semua belum ada tanda-tanda, semua belum pernah pertemuan, bagi PKB yang masih sangat fix baru dengan Jokowi. PKB masih istiqamah, masih konsisten bersama Pak Jokowi, mudah-mudahan bisa terus," paparnya.
Jakarta - Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon 'butuh' sosok Vladimir Putin sebagai pemimpin RI, bukan yang planga plongo. Menurut PKB, masyarakat Indonesia hanya ingin pemimpin yang bisa dicintai sepenuh hati.

"Kita butuh pemimpin yang dicintai rakyat karena dia memiliki ketegasan, baik dalam sikap maupun kebijakan yang memang berpihak kepada rakyat, bukannya beda antara ucapan dan tindakan," ujar Wasekjen PKB Daniel Johan kepada wartawan, Jumat (30/3/2018).

Meski demikian, Daniel mengamini kalau faktor ketegasan memang diperlukan seorang pemimpin guna membawa Indonesia lebih maju. Menurutnya, kebutuhan soal pemimpin tegas sepertinya bukan sesuatu yang baru.

"Semua orang juga akan katakan hal yang sama, he..he.... Masa kita dipimpin sama yang letoy," ucapnya.

"Jadi, yang dibutuhkan ketegasan dalam visi dan kebijakan, bukan fisik," tegas wakil ketua Komisi IV DPR itu.

Bola panas RI 'butuh' Putin dilontarkan Fadli dalam akun Twitter-nya. Fadli ingin Indonesia dipimpin sosok yang tidak plonga plongo.

"Klu ingin bangkit n jaya, RI butuh pemimpin spt Vladimir Putin: berani, visioner, cerdas, berwibawa, nggak byk ngutang, nggak planga plongo," cuit Fadli di akun @fadlizon yang dikutip detikcom.
JOMBANG - Dukungan kepada tokoh nasional A. Muhaimin Iskandar atau Cak Imin untuk maju sebagai calon wakil presiden (Cawapres) pada Pilpres 2019 mendatang. Dukungan tersebut disampaikan kiai NU dari Mataraman dan sekitarnya di Jawa Timur. Deklarasi dukungan itu bahkan dilakukan di rumah kelahiran KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di komplek Pondok Pesantren Mambaul Ma`arif, Denanyar, Jombang.

"Nasbul imamah itu adalah fardlu kifayah sebagai bagian dari ikhtiar utk menyejahterakan rakyat dan kami memberikan mandat ke Cak Imin untuk melaksanakan kewajiban kifayah itu," kata KH Abdul Karim, pengasuh ponpes Tarbiyatul Falah Blitar, di sela-sela haul Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif, Denanyar, Jombang, Jatim, Minggu, 18 Maret 2018.

Abdul Karim bersama sejumlah Kiai dan pengurus NU tersebut menegaskan bahwa pernyataan dukungan tersebut sengaja dilakukan di rumah kelahiran Gus Dur sebagai bukti kesungguhan para Kiai agar Cak Imin menunaikan kewajiban kifayah itu.

"Di Rumah Kelahiran Almarhum Almaghfirullah KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini, dengan sungguh-sungguh kami menyatakan dukungan dan memberikan mandat kepada cicit KH Bisri Syansuri yaitu Bapak Muhaimin Iskandar (Cak Imin) untuk maju menjadi Calon Wakil Presiden Republik Indonesia," jelasnya seperti dikutip tribunnews.com, Senin, 19 Maret 2018.

Rais `Aam PNCU Kabupaten Blitar itu juga mengajak para kiai NU dan pengasuh ponpes se-Jawa Timur menyatakan dukungan yang sama.

"Dengan dukungan dari semua lapisan masyarakat, terutama para Kiai dan pesantren, semoga Cak Imin bisa membawa bangsa Indonesia umumnya dan umat Islam Indonesia khususnya semakin demokratis, rukun dan makmur," ujar Abdul Karim.

Kemudian, terkait siapa Capres yang akan didampingi oleh Cak Imin, Kiai Abdul Karim mengungkapkan bahwa keputusan tersebut diserahkan sepenuhnya pada Ketua umum DPP PKB itu. “Kita serahkan pada Cak Imin untuk memutuskan,” tandasnya.
CILACAP - Dukungan serta doa dari sejumlah kalangan kepada Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), A Muhaimin Iskandar atau Cak Imin terus mengalir dari sejumlah kalangan.

Tak hanya dari kelompok organisasi dari berbagai elemen, sejumlah Kiai juga turut mendoakan Cak Imin, salah satunya dari Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj.

Ucapan tersebut terlontar ketika Kiai Said meresmikan koperasi NU Al Ma’wa dan Baitul Maal wat Tamwil (BMT) milik PCNU Cilacap, Jawa Tengah, Kamis 15 Maret 2018.

“Yang saya hormati Panglima Santri, Ketua Umum PKB, Cicitnya pendiri NU, keponakan Gus Dur, tetangga saya, Calon Wapres, Dr (HC) Muhaimin Iskandar,” kata Kiai Said dan disambut kata amin dari ratusan tamu undangan yang hadir.

Walaupun tidak secara tersurat, ungkapan Kiai Said ini tentu memiliki makna yang sangat positif untuk Cak Imin untuk maju sebagai Cawapres.

Hal ini senada dengan keinginan sejumlah Kiai dari seluruh pelosok Tanah Air yang juga memiliki keinginan yang sama.

Usai sambutan, Kiai Said dan Cak Imin yang juga didampingi Ketua PBNU, KH Marsyudi Syuhud, Anggota DPR RI Siti Mukaromah dan tokoh NU setempat lalu menandatangani prasasti Koperasi dan BMT NU.

Untuk diketahui, peresmian Koperasi NU dan BMT NU milik PCNU Cilacap ini mengambil tema “Membangun Kemandirian Umat”.

Dengan tema ini, PCNU Cilacap berkomitmen untuk tingkatkan daya semangat perekonomian warga NU, khususnya di Cilacap.
JAKARTA - Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menjadi salah satu narasumber dalam acara Mata Najwa dengan topik "Siapa Berani Jadi Presiden?" yang disiarkan secara live disalah satu stasiun TV Nasional. Pria yang akrab disapa Cak Imin itu bicara blak-blakan dan diselingi guyonan khas sehingga penonton yang hadir distudio dibuat tertawa.

Dipandu oleh host Najwa Shihab, Cak Imin mengungkapkan bahwa dirinya didorong untuk maju sebagai Calon Wakil Presiden. Hal tersebut disampaikan Panglima Santri Nusantara itu karena dorongan dari Kiai dan Ulama serta dukungan dari konstituen PKB.

"Sebagai salah satu kader NU dan sudah NU sejak lahir. Sudah kewajiban saya untuk melanjutkan perjuangan yang telah diawali oleh para pendiri NU. Sehingga, saya pun didorong untuk maju dalam kontes Pilpres 2019 nanti," kata Cak Imin.

Saat ditanya apakah Cak Imin mau jadi Capres atau hanya Cawapres, inisiator Nusantara Mengaji ini menegaskan bahwa sampai saat ini belum bisa memutuskan untuk maju sebagai calon presiden. Meskipun, lanjutnya, dorongan dari akar rumput juga banyak yang meminta dirinya maju sebagai calon presiden.

Cak Imin juga mengaku masih setia mendukung kinerja pemerintahan Joko Widodo sampai 2019 mendatang. Meskipun sudah banyak dukungan untuk maju, jelasnya, tetap harus menunggu hasil musyawarah dari Kiai dan Ulama NU.
BANDUNG - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) A Muhaimin Iskandar atau Cak Imin merasa terharu usai diberi mandat maju menjadi calon wakil presiden dalam Pilpres 2019 mendatang oleh sejumlah kiai dan ajengan se Bandung Raya.

Menurut Cak Imin, mandat tersebut adalah amanah yang mesti ia jalankan. Karenanya ia mengaku siap mengamankan dan mengusung amanah para kiai tersebut.

"Tentu saya dengan bismillah siap mengamankan amanah, aspirasi, dan perintah kiai dan ulama," kata Cak Imin di Ponpes Sirnamiskin Kota Bandung, Selasa 13 Maret 2018.

Walaupun perhelatan Pilpres tersebut sudah cukup dekat, namun Cak Imin mengaku belum memiliki persiapan khusus menyambutnya.

Cak Imin menegaskan saat ini dirinya bersama PKB fokus mengawal jalannya pemerintahan Jokowi hingga berakhir pada 2019 mendatang.

“Pada dasarnya saya masih dalam koalisi Pak Jokowi, dan kita nyaman dalam koalisi selama lima tahun yang baru akan berakhir 2019 mendatang," ucapnya.

Diketahui, pemberian mandat tersebut diberikan oleh sesepuh kiai Bandung Raya, KH Sirojudin dan disaksikan oleh sejumlah kiai lainnya di lingkungan Pondok Pesantren Sirnamiskin, Jalan KH Wahid Hasyim, Kota Bandung.

Mereka menilai Cak Imin yang telah dikukuhkan sebagai Panglima Santri oleh ulama Khas Jawa Timur itu adalah sosok tepat untuk memimpin Indonesia yang mewakili warga NU dan kaum santri di seluruh Indonesia.
PKBNews - KETUA Umum (Ketum) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang juga Panglima Santri Nusantara, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengaku senang sekaligus bangga dapat melakukan silaturahim dengan para kiai dan sesepuh pondok pesantren yang dirintis oleh KHR Syamsul Arifin, Ayahanda KHR As’ad Syamsul Arifin salah satu tokoh penting berdirinya Nahdlatul Ulama (NU) itu.

"Saya sangat bersyukur dan bangga bisa hadir di pesantren ini. karena pondok ini mampu mencetak manusia-manusia yang unggul dan handal. Maju terus pesantren kita," ujarnya saat didaulat berpidato dihadapan ratusan santri, Senin (26/2/2018).

Kata Cak Imin, Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah selama ini istiqomah dan turut serta dalam memajukan pendidikan yang berkarakter dan berazas Ahlussunnah Waljamaah (Aswaja) di Indonesia.

"Pendidikan adalah sebuah jembatan bagi masa depan suatu bangsa. Semakin baik kualitasnya pendidikannya, maka peradaban sebuah bangsa dipastikan akan maju dan berdaya saing," kata Inisiator Nusantara Mengaji itu.

Pria yang juga menginisiatori Gerakan dari Desa Membangun Indonesia itu mengaku menaruh harap besar kepada Universitas Ibrahimy Sukorejo dalam mendidik generasi penerus bangsa.

“Percepatan pengetahuan teknologi lima tahun terakhir sudah mampu merubah pola perilaku manusia. Insyaallah Universitas Ibrahimy bisa membawa perubahan yang dibutuhkan bagi masa depan Indonesia," ucap Cak Imin.

Tampak hadir dalam tasyakuran tersebut enteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menrstekdikti) Mohammad Nasir, pimpinan perguruan tinggi se-tapal kuda, Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Jawa Timur (Jatim) yang juga Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jatim dan beberapa kiai.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah lebih dahulu meresmikan Universitas Ibrahimy.
Riau - Di hadapan para pemuka agama dan para kader, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menjanjikan kesejahteraan untuk warga Nahdatul Ulama (NU). Dia berjanji akan memberikan seluas-luasnya akses ekonomi untuk mereka.

"Akses ekonomi umat yang umumnya ekonomi lemah, harus dibuka lebar. Saya ingin negara lebih banyak bertanggung jawab membereskan kehidupan umat yang miskin. Bila ekonomi warga NU terangkat, itu langkah besar memajukan pertumbuhan ekonomi Indonesia," tegas Cak Imin, Sabtu (24/2/2018).

Cak Imin mengunjungi Pesantren Nurul Huda Handayani, Pekanbaru, Riau. Menurutnya saat ini, kinerja Jusuf Kalla yang berperan sebagai Wakil Presiden sekaligus tokoh yang didukung PKB belum maksimal.

"Pak Jusuf Kalla dulu kita dorong menjadi wapres karena kita berharap beliau dapat berperan maksimal untuk kesejahteraan warga NU. Namun yah masih belum terpenuhi. Semoga ke depan, kader NU dapat berperan lebih maksimal mengatasi kesenjangan kaya miskin terutama bagi NU. Daya beli masyarakat harus kita genjot. Mohon doanya saja," ucap Cak Imin.

Cak Imin optimis berkat doa dan dukungan para kader dan warga NU, dia akan mendulang kesuksesan saat pilpres nanti menjadi calon cawapres. "Terima kasih atas doanya. Alhamdulillah, sejumlah survei menunjukkan di antara tokoh Islam saya tertinggi untuk next wapres," kata dia.

Doa dan harapan Cak Imin ini disambut baik oleh Kyai Maksudi Jamhari. "Saya doakan agar Cak Imin sebagai kader NU orisinal bisa terpilih menjadi wakil presiden di 2019," kata kiai asal Riau tersebut.
Surabaya - Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mengatakan, masyarakat harus belajar hal-hal baru. Jangan takut menghadapi perubahan.

"Umat Islam harus belajar hal-hal baru. Jangan takut perubahan. Kita teguh dalam prinsip namun luwes dalam bertindak," ujar Cak Imin, dalam keterangan tertulisnya, Senin (26/2/2018).

Cak Imin mengatakan itu pada sambutan dalam acara peletakan batu pertama Universitas Al Ibrahimi di Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur, hari ini.
Peletakan batu pertama ini adalah dalam rangka status baru Al Ibrahimi dari institut atau sekolah tinggi menjadi universitas. Kampus dengan 4.000 mahasiswa ini telah menjadi sumber ulama-ulama aswaja nusantara selama berpuluh tahun. Acara ini juga dihadiri oleh Menristek Dikti M Nasir, rektor Ibrahimi Yasid, pengasuh pesantren RKH Azaim Ibrohimy, Ketua PCNU Jember dan ribuan mahasiswanya.

Menurut Cak Imin, jika dunia pendidikan tidak beradaptasi, pasti tertinggal. Padahal pendidikan adalah cara jitu untuk keluar dari kemiskinan.

"Kaum aswaja seperti kita harus bersyukur. Kita dibekali prinsip: al-Muhafadhah ala alqadimi al shalih wa al akhdzu bil al jadidi al ashlah (menjaga hal lama yang baik dan mengambil hal baru yang lebih baik). Terbuka pada yang baru, sambil menjaga tradisi yang bagus. Ini modal menghadapi perubahan dunia yang sangat drastis, agar tidak disorientasi atau menjadi radikal," imbuh Cak Imin yang disambut tepuk tangan peserta.

Cak Imin apresiasi rencana Presiden Jokowi yang ingin fokus ke pengembangan SDM pada anggaran 2019. Menurutnya hal tersebut memang dibutuhkan.

"Lagu Indonesia Raya saja syairnya bangun jiwa dulu, baru bangun badan," tambah Cak Imin.