Sentimen keagamaan dan politik identitas diprediksi akan tetap
digunakan sebagai senjata pihak-pihak tertentu untuk menggerus
popularitas dan elektablitas Jokowi menuju dua periode. Oleh karena itu,
mantan Gubernur DKI Jakarta itu disarankan menggandeng Ketua Umum
Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar.
"Muhaimin Iskandar
merupakan seorang ketua partai yang berasal dari keluarga besar
nahdliyin yang menjunjung tinggi keberagaman dan kebhinekaan yang sesuai
dengan visi misi nawacita Presiden Jokowi," kata Ketua Aliansi
Santri-Nasionalis Sumatera Utara Muhammad Ikhyar Harahap, dalam
keterangannya, Kamis, 1 Februari 2018.
Selain itu, perpaduan
antara Jokowi dengan Muhaimin Iskandar akan melahirkan kekuatan poros
nasionalis-nahdliyin. Koalisi ini diyakini akan menjaga tegaknya NKRI
dan membawa Indonesia menjadi adil dan makmur.
"Dalam sejarah
berdirinya NKRI, jika dua arus besar antara nasionalis dan nahdiyin yang
berpaham ahlusunnah waljama’ah menyatu, menghasilkan resolusi jihad
yang mampu mengusir kolonialisme hengkang dari bumi nusantara," lanjut
Ikhyar.
Ikhyar menuturkan Muhaimin yang juga akrab disapa Cak Imin
merupakan representasi dari sosok nahdliyin yang aktif memperjuangkan
nasib para petani, nelayan, dan juga penyambung aspirasi sosial ekonomi
di tingkat pedesaan.
"Muhaimin Iskandar sebagai sosok anak muda
yang religius, yang pluralis dan menjunjung tinggi keberagaman dan
kebhinekaan serta di percaya oleh para alim ulama dan kiai sepuh layak
bersanding dengan Jokowi yang belakangan ini kerap digoyang isu SARA,"
kata dia.
Dia menambahkan Muhaimin juga tokoh yang populis di
kalangan nahdliyin yang berada di bawah payung Nahdlatul Ulama.
Sehingga, sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia memiliki basis
massa rakyat yang besar dan jelas sampai tingkat arus bawah.
Sebelumnya,
Jokowi pernah mengajak Cak Imin untuk meresmikan pengoperasian Kereta
Bandara Soekarno-Hatta, Selasa 2 Januari 2018. Jokowi mengaku memang
sengaja mengundangnya.
"Saya lama dengan beliau nggak ketemu.
Terus kemarin saya telepon, saya bilang ketemu di bandara aja sambil
naik kereta bandara," kata Jokowi di Stasiun Sudirman Baru, Jakarta,
Selasa 2 Januari 2018.
Saat ditanya wartawan apakah Cak Imin cocok
berpasangan dengan Jokowi di Pemilu Presiden 2019, mantan Gubernur DKI
Jakarta itu cuma meresponsnya dengan santai.
"Bagus bagus," katanya sembari tersenyum.

0 Comments: