LEBAK – Tak ada satupun
rumah warga Suku Baduy yang rusak saat terjadi gempa berkekuatan 6,1 SR
di Kabupaten Lebak, Banten pada Selasa (23/1/2018) lalu.
Saat ini, di tanah ulayat Baduy ada 12 ribu
jiwa yang tersebar di 65 kampung. Tiga kampung masuk wilayah Baduy
Dalam yakni Kampung Cibeo, Cikeusik, dan Cikartawana.
Mursyid, warga Baduy Luar mengaku bahwa
warga memang merasakan getaran saat gempa terjadi. Namun tak ada satupun
rumah warga yang roboh akibat guncangan. Menurutnya, rumah warga Baduy
memang dirancang untuk tahan guncangan gempa.
“Rumah panggung anti gempa, tiangnya kayu,
pake paseuk (pasak-red) sebagai penahannya biar kuat. Biar goyang
ngikutin,” katanya, Jumat (26/1/2018).
Jaro Saija, atau kepala desa khusus adat
Baduy mengatakan, rumah adat Suku Baduy dibuat anti gempa. Selain ada
mantra, teknologi adat, juga ada penanggalan waktu untuk membuat rumah.
“Semuanya ada perhitungannya,” ujarnya.
Bulan-bulan yang dilarang membuat rumah
misalkan, ada pada sistem penanggalan Baduy yakni di bulan Sapar,
Kawalu. Waktu yang baik, ada di bulan Kalima dan Hapit Kayu. “Di Baduy
membuat rumah juga nggak banyak parabot. Cuma gergaji, di Baduy Dalam
bahkan nggak pakai gerjaji dan paku,” ujarnya.
Dalam sejarah adat, Saija mengatakan, meskipun ada gempa bumi, tak pernah ada rumah adat yang ambruk.
Asep Kurnia yang pernah menulis buku
‘Saatnya Baduy Bicara’ mengatakan, rumah adat Baduy memang tak ada yang
ditanam ke tanah. Bagian atasnya juga tak mungkin ambruk. Pertama pasak
kayu sebagai penghubung bangunan dibuat sedikit longgar sehingga ketika
ada gempa, rumah mengikuti irama getaran. Selain itu, bobot atap dari
bambu dan ijuk juga cenderung ringan. Hal tersebut menurutnya cenderung
ringan dan tak membuat khawatir.
“Mereka arsitek ulung, bisa menafsirkan
bagaimana agar tak rusak, kaki bangunan juga tidak ditanam dan mengikuti
irama gempa,” ujarnya.
Elastisitas rumah adat Baduy ini juga
dibenarkan oleh Suhada penulis buku Masyarakat Baduy dalam Rentang
Sejarah. Dikatakan, pasak rumah baduy dibuat dari ruyung atau bagian
terkuat dari pohon kelapa. Ruyung ini menurutnya juga bisa dari batang
pohon pinang yang berduri.

0 Comments: