PKBNews - ANGGOTA Dewan Perwakilan Raykat (DPR) Fraksi Partai
Kebangkitan Bangsa (FPKB) Nihayatul Wafiroh meminta pemerintah jangan
hanya menyalahkan rakyat atas kejadian gizi buruk yang terjadi di
Indonesia. Pemerintah seharusnya melakukan instrospeksi dan evaluasi
diri.
"Saya sungguh prihatin. Anaknya meninggal karena menderita gizi buruk,
masih disalahkan pemerintah pula. Ibaratnya, sudah jatuh tertimpa
tangga," kata Nihayatul Wafiroh yang juga Anggota Komisi IX DPR di
Jakarta, Kamis (25/1/2018).
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menyayangkan sikap
Kementerian Kesehatan yang menyatakan bahwa penyebab gizi buruk adalah
gaya hidup masyarakat.
Menurut Ninik -- panggilan akrab Nihayatul Wafiroh, Kementerian
Kesehatan seharusnya melakukan evaluasi daripada terus menerus
menyalahkan masyarakat.
"Apakah program pemberian makanan tambahan dari Kementerian Kesehatan
cukup efektif? Apakah Kementerian Kesehatan sudah memberi masyarakat
pengetahuan tentang menjaga kesehatan tubuh balita dan ibu hamil?" kata
Ninik.
Kementerian Kesehatan, kata Ninik, memiliki program-program tersebut.
Namun, program pemberian makanan tambahan misalnya, hanya efektif untuk
sesaat.
"Hanya untuk penanggulangan sementara. Bagaimana setelah makanan itu
habis? Karena itu harus ada distribusi pengetahuan yang jelas dan
terukur," tandas Ninik.
Hari Gizi Nasional diperingati setiap 25 Januari. Peringatan Hari Gizi
Nasional 2018 dianggap sebagai sebuah ironi karena masih terjadi kasus
gizi buruk di Indonesia.
Sumber : dpp.pkb.or.id

0 Comments: