"Dari yang saya ingat itu ada yang dari Australia kemudian Tunisia, Maroko, Azerbaizan, Swiss, Belgia, Austria, Perancis, Belanda, Mesir, Hongkong, kemudian beberapa negara arab di Timur Tengah," ujar Haroen di kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (23/1/2018).
Ia mengatakan diliriknya pesilat tanah air, karena kini film-film banyak memakai berbagai teknik pencak silat untuk adegan bela dirinya .
15 negara itu, diantaranya ingin mengadakan MoU khusus untuk belajar Pencak Silat.
"Ada MoU, mereka ingin belajar silat. Pencak silat itu menjadi perhatian dunia internasional. Bahkan kita tahu film-film ada bela dirinya juga," kata Haroen.
Bahkan sebelumnya negara Perancis sering mengunjungi Provinsi Banten yang menjadi pusat seni bela diri.
"Dari Perancis itu tiap tahun pasti datang ke Banten untuk belajar. Sekarang mereka ingin lebih luas lagi menyebarkan silatnya sehingga mereka ingin mengundang kami untuk datang ke negara-negara tersebut," kata Haroen.
Ia menyatakan pengiriman pendekar Pagar Nusa tersebut bukan yang pertama kali.
"Bukan (pertama kali). Jadi yang cabang istimewa kita sudah punya di Malaysia nanti di Thailand juga ada. Minimal 3 bulan melatih di sana," ucap Haroen.
Haroen berharap dengan pengiriman sejumlah pesilat asal Indonesia menuju beberapa negara nantinya bisa menjadi alat dipolmasi Indonesia pada negara-negara tujuan itu.
"Harapannya ini (Pencak Silat) bisa menjadi diplomasi budaya bisa mengenalkan indonesia kepada bangsa bangsa lainnya bahwa kita ini patut menjadi contoh untuk bangsa-bangsa lain," kata Haroen.
Sumber : tribun banten

0 Comments: